Ahad 08 Mar 2015 03:30 WIB

Swiss Jadi Pilihan Snowden Mencari Suaka Politik

Edward Snowden.
Foto: Reuters
Edward Snowden.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA – Mantan staf Badan Keamanan Nasional (NSA), Edward Snowden, menyatakan, dirinya berkeinginan diberi suaka politik oleh pemerintah Swiss. Dalam pandangan Snowden, Swiss merupakan negara netral yang tidak terlalu dipengaruhi politik luar negeri Amerika Serikat (AS).

Keinginannya ini disampaikan Snowden dari Moskow, Rusia, dalam sebuah sambungan teleconference dengan para pemirsa Swiss. Itu juga bagian dari acara nonton bersama-sama “Citizenfour”, sebuah film dokumentasi tentang Snowden. Film tersebut sempat dinominasikan dalam ajang bergengsi, Oscar.

“Saya senang sekali bila sampai kembali ke Swiss. Ada banyak kenangan manis saya di sana. Swiss adalah negara yang menakjubkan,” ujar Edward Snowden kepada para pemirsa Festival Film Internasional dan Forum Hak Asasi Manusia di Jenewa, Swiss, seperti dikutip Buenos Aires Herald, Sabtu (7/3).

Hingga kini, Snowden merupakan sosok yang paling diburu pemerintah Washington DC. Sebab itu, ia dituduh telah membocorkan data rahasia AS. Menurut Snowden sendiri, Amerika Serikat telah menyalahi hak privasi penduduk global dengan masuk ke dalam sistem jaringan internet.

“Tapi di Swiss, mata-mata Amerika banyak berkeliaran. Meskipun, saya pikir sebagaimana di negara-negara lainnya, tindakan spionase dari luar sangat terlarang,” katanya. 

Secara terpisah, Sherif Elsayed-Ali dari Amnesty International menegaskan, Snowden berhak mendapatkan suaka politik. Sebab, dia merupakan whistle blower yang berhasil membongkar kejahatan negaranya terhadap penduduk sendiri, bahkan warga dunia, mengenai pelanggaran hak privasi. 

Pada 2013, Snowden mendapatkan suaka politik dari Rusia. Kebijakan Moskow ini membuat renggang hubungan Rusia dengan AS. Sebelumnya, Snowden berhasil memperlihatkan dokumen-dokumen terkait kejahatan privasi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement