REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI -- Pemerintah Libya mengatakan, militan ISIS telah membunuh delapan penjaga dan menculik sembilan orang asing dari daerah pertambangan minyak di Kota Zalla, sekitar 750 kilometer arah tenggara dari Tripoli.
Di antara sembilan orang asing yang diculik tersebut, empat di antaranya berasal dari Filipina. Korban lainny adalah warga Austria, Chechnya, Bangladesh, dan seorang berkebangsaan Ghana diculik. Sedangkan, satu tawanan tidak teridentifikasi. Penculikan itu terjadi dalam sebuah serangan berantai mematikan di daerah pusat pertambangan minyak al-Ghani.
Juru bicara militer Lybia Ahmed al-Mesmari mengatakan, serang itu menjadi tujuan jangka panjang ISIS. Pada serangan di al-Ghani, seorang karyawan melihat pemenggalan dari delapan penjaga minyak dan sesudah itu mereka tewas dalam sebuah serangan mengejutkan, demikian laporan the Guardian.
Sementara itu, pihak berwenang Filipina mengimbau sekitar 4 ribu warganya yang masih berada di Libya untuk melakukan kontak dengan Kedutaan Besar Filipina, dan mau mengikuti program pengembalian ke negaranya yang diadakan pemerintah.