REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Usaha pemerintah Irak untuk merebut wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok ISIS kelihatannya tidak akan mudah karena diduga ada pihak yang membantu pasokan senjata untuk kelompok tersebut.
Situs Global Research pada 1 Maret lalu melaporkan pasukan milisi Irak, Al-Hashad Al-Shabi berhasil menembak helikopter yang disebut milik Amerika Serikta di Provinsi Al-Anbar.
Walaupun pasukan Irak berhasil mencapai kemajuan di Tikrit, mereka juga diserang oleh ISIS di fron yang lain.
Sebelumnya, dilaporkan juga bahwa dua pesawat Inggris berhasil ditembak jatuh saat ketahuan menjatuhkan pasokan senjata ke ISIS. Pihak Irak mengatakan mempunyai bukti foto-foto untuk mendukung klaim mereka.
Menurut Shafaq News, ISIS bahkan mengeksekusi seorang warga yang berusaha merekam sebuah helikopter misterius saat mendarat di Muqdadiyah pada Februari lalu.
Anggota Parlemen Irak, Majid al-Gharawi, dikutip dari dari Fars News, menyebutkan bahwa pihak asing dalam hal ini AS mempunyai niat buruk untuk memperpanjang konflik di Irak.
Menurutnya, AS berusaha memperpanjang perang dengan ISIS untuk menekan pemerintah Irak mengijinkan pendirian pangkalan militer AS di Mosul dan Al Anbar. Dua wilayah ini berada dalam kekuasaan ISIS dan mayoritas dihuni kalangan Sunni.
Pihak koalisi sendiri menyanggah keterlibatan mereka walau ISIS pernah memposting video jatuhnya senjata koalisi ke tangan wilayah mereka di Suriah. Senjata itu diklaim AS dijatuhkan untuk memasok senjata pasukan Kurdi.