Kamis 26 Mar 2015 15:12 WIB

Arab Saudi Lancarkan Serangan Terhadap Pemberontak Yaman

 Milisi yang loyal kepada Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi mengambil posisi di pangkalan udara Al Anad di selatan provinsi Lahej, 60 km dari kota Aden.
Foto: AP/Wael Qubady
Milisi yang loyal kepada Presiden Yaman Abed Rabbo Mansour Hadi mengambil posisi di pangkalan udara Al Anad di selatan provinsi Lahej, 60 km dari kota Aden.

REPUBLIKA.CO.ID, ADEN-- Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap pemberontak Houthi di Yaman, Rabu, mengawali gerakan sekutu kawasan itu untuk menyelamatkan pemerintahan Presiden Abedrabbo Mansour Hadi, yang berada di ambang perang saudara.

Serangan udara tersebut diumumkan duta besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat dan Washington mengatakan bahwa Presiden Barack Obama mengizinkan pemberian dukungan "perbekalan dan sandi" untuk gerakan militer.

Lima negara Teluk mengatakan akan menjawab permintaan Hadi untuk campur tangan melawan kelompok milisi yang telah mengepung kota Aden tempat ia mengungsi setelah melarikan diri dari ibukota Sanaa.

Qatar, Kuwait, Bahrain dan UEA bersama Arab Saudi mengatakan mereka telah memutuskan untuk merespon permintaan Presiden Hadi untuk melindungi Yaman dan rakyatnya dari agresi milisi Houthi.

Utusan Saudi Adel al-Jubeir mengatakan kepada wartawan di Washington bahwa operasi itu untuk membela dan mendukung pemerintahan resmi Yaman dan mencegah gerakan radikal Huthi mengambil alih negara.

Al-Jubeir mengatakan bahwa untuk saat ini aksi dibatasi pada serangan udara terhadap berbagai target di sekitar Yaman, namun aset-aset militer lain tengah dimobilisasi dan bahwa koalisi akan melakukan apapun yang diperlukan.

"Angkatan Udara Kerajaan Saudi telah menghancurkan pertahanan udara Huthi serta sejumlah pesawat tempur Huthi," kata seorang penasehat Saudi.

Ia juga menambahkan bahwa angkatan udara telah mengamankan sebagian besar wilayah udara Yaman dan sekarang ini tengah mengkonsolidasikan kawasan larangan terbang. Sumber militer mengatakan posisi pemberontak di beberapa lokasi diserang, termasuk pangkalan udara di al-Daylami dan lapangan terbang internasional yang berhadapan dengannya di Sanaa utara, serta kompleks kepresidenan yang dikuasai pemberontak pada Januari.

Ledakan besar terdengar di Sanaa saat serangan mengenai pangkalan udara di bandar udara Sanaa dan lokasi-lokasi lain di ibukota, kata seorang koresponden AFP. Di selatan, penduduk setempat melaporkan mendengar ledakan kuat di pangkalan udara Al-Anad, Aden utara, yang dikuasai pasukan anti-pemerintah, Rabu.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement