Rabu 08 Apr 2015 15:51 WIB

Nasib Perekonomian Iran Bergantung Kesepakatan Nuklir

Rep: Gita Amanda/ Red: Agung Sasongko
Fasilitas nuklir Iran
Foto: telegraph.co.uk
Fasilitas nuklir Iran

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Bankir investasi Iran Ramin Rabii mengatakan, ia bersuka cita saat mengetahui Teheran dan negara-negara kekuatan dunia mencapai kerangka kesepakatan Kamis (2/4) lalu. Rabii mengatakan, selama ini perusahaan investasi yang dipimpinnya terpaksa harus bergulat selama bertahun-tahun akibat sanksi Barat terhadap Iran.

Managing Director Managing Turquoise Partners tersebut menambahkan, sanksi yang dijatuhkan ke Iran membuat pertumbuhan ekonomi tak stabil, inflasi tinggi, pembatasan perbankan internasional, dan kekurangan mata uang. Jika kesepakatan nuklir tercapai menurut Rabii, maka akan meredakan masalah-masalah yang melumpuhkan Turquoise dan banyak perusahaan Iran lainnya.

"Kami sudah mempersiapkan untuk saat ini selama 10 tahun," kata Rabii.

Bahkan menurutnya beberapa bulan menjelang kesepakatan Turqouise telah melakukan kontak dengan ratusan calon investor asing mengenai peluang mereka jika sanksi dicabut. Ia mengatakan, perusahaannya juga berencana mengembangkan bisnis pengelolaan aset dan brokernya untuk investor di Eropa dan jika memungkinkan hingga Dubai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement