Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

Mengerikan, Perawat ini Suntik Mati Pasien Demi Ringkankan Pekerjaan

Kamis 09 Apr 2015 21:03 WIB

Rep: c26/ Red: Hazliansyah

Perawat

Perawat

Foto: .

REPUBLIKA.CO.ID, CEKO -- Perawat harusnya bekerja membantu dokter dan merawat pasien. Tapi bagaimana jika justru ia melakukan tindakan yang membunuh pasien?

Perawat sebuah rumah sakit kecil di Ceko, Vera Maresova ditangkap polisi saat diketahui memberi suntikan mati kepada pasien yang dirawatnya. Hal itu dilakukannya hanya karena ingin pekerjaannya merawat orang sakit menjadi lebih ringan.

"Perawat ini telah mengakui membunuh enam dari pasiennya untuk mengurangi beban kerjanya," kata polisi setempat seperti dilansir Mirror, (9/4).

Vera dijuluki 'Perawat kematian' oleh media di Ceko. Ia diduga memberi suntikan mati kepada lima wanita dan satu orang selama empat tahun. Ia bekerja di sebuah rumah sakit kecil kota Rumburk di utara Republik Ceko.

Maresova awalnya ditangkap pada bulan Agustus akibat kematian seorang wanita berusia 70 tahun yang diracunnya. Kemudian akhirnya setelah diselidiki, ia mengakui telah menewaskan lima orang lainnya antara 2010 hingga 2014. 

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan kalau semua korbannya adalah tua dan memerlukan perawatan intensif.

"Wanita yang seharusnya bekerja untuk merawat mereka, tetapi sebaliknya justru membunuh karena ia ingin membuat hidup lebih mudah untuk dirinya sendiri." kata polisi.

Maresova menyuntikan suntikan secara overdosis langsung ke dalam aliran darah pasien lansia yang berada dalam perawatan intensif. Jaksa Frantisek Stibor mengatakan ia tidak gila dan bisa diproses hukum.

"Dia menggunakan pengetahuan kedokterannya untuk menyebabkan malfungsi yang menyebabkan gagal jantung dan kematian," katanya.

Kasus pertama pembunuhan ini dilakukan pada Januari 2010 kemudian dilanjutkan pada akhir 2011. Pada April 2012 dia kembali membunuh korban ketiga antara bulan Februari dan Juni 2014. Saat ini ia diganjar hukuman penjara seumur hidup.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA