Ahad 12 Apr 2015 05:08 WIB

Pertemuan Presiden AS-Kuba Mencairkan Sejarah Pahit

Rep: C94/ Red: Israr Itah
Presiden Kuba Raul Castro dan Presiden AS Barack Obama
Foto: REUTERS/Jonathan Ernst
Presiden Kuba Raul Castro dan Presiden AS Barack Obama

REPUBLIKA.CO.ID, PANAMA--Presiden AS Barack Obama telah menggambarkan pertemuan bersejarah dalam hubungan AS-Kuba sebagai 'titik balik'. Obama berpidato di depan 34 pemimpin negara di Amerika, termasuk di hadapan Presiden Kuba Raul Castro pada KTT Amerika di Panama, Sabtu (11/4).

Di sela acara KTT, pemimpin negara AS bertemu dengan pemimpin Kuba. Pertemuan itu merupakan pertama kalinya dalam negosiasi tingkat atas kedua negara tersebut. Kini pertemuan resmi pertama mereka mulai mencairkan sejarah pahit setelah lebih dari 50 tahun saling bersebrangan.

Castro menyerukan blokade ekonomi selama beberapa dekade di Kuba akan diangkat. Ketika itu, Castro pun menggambarkan sosok Obama sebagai orang yang jujur. Ia berpidato panjang yang sebagian besar diambil dari penjalanan sejarah hubungan AS-Kuba.

"Ketika saya berbicara tentang revolusi, gairah meresap  keluar dari saya. Saya harus meminta Presiden Obama untuk pengampunan. Dia tidak bertanggung jawab atas hal-hal yang terjadi sebelum waktunya," kata pemimpin Kuba itu. 

Sebelumnya, Obama mengatakan kepada pemimpin dalam pertemuan itu bahwa pergeseran dalam kebijakan AS merupakan titik balik untuk wilayah AS seluruhnya.

"Fakta bahwa Presiden Castro dan saya sama-sama duduk di sini hari ini menandai peristiwa bersejarah," katanya, sembari mengakui masih ada perbedaan yang signifikan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement