REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI -- Kelompok radikal ISIS mengklaim bertanggung jawab atas dua ledakan bom yang terjadi di Libya. Ini sekaligus serangan terbaru kelompok tersebut terhadap orang asing.
Seperti diberitakan Telegraph, sebuah bom meledak di gerbang Kedutaan Maroko di ibu kota Tripoli, Senin (13/4) pagi waktu setempat.
Ledakan menyebabkan beberapa kerusakan namun tidak ada korban jiwa. Seorang pejabat keamanan mengatakan, ledakan terjadi hanya beberapa jam setelah orang-orang bersenjata menyerang Kedutaan Korea Selatan.
Militan tersebut mengklaim dirinya melakukan dua serangan karena kesetiaannya kepada ISIS. Hal itu ditulis melalui akun twitter yang tidak bisa dipastikan keasliannya.
Kelompok ini juga mengklaim dua serangan bom di wilayah Sinai, Mesir yang terjadi Ahad (12/4) kemarin yang menewaskan 14 orang, termasuk 11 petugas keamanan tersebut.