REPUBLIKA.CO.ID,ISLAMABAD -- Pakistan berusaha untuk mendorong solusi diplomatik dalam menyelesaikan konflik di Yaman. Negara ini sebelumnya telah bersikap untuk tak bergabung dalam operasi militer ke Yaman yang digagas oleh Saudi.
Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif mengatakan pemulihan pemerintahan Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi, digulingkan oleh pemberontak Syiah Houthi, akan menjadi langkah maju yang penting menuju pembentukan perdamaian.
"Pakistan akan mengintensifkan upaya diplomatik dalam beberapa hari mendatang, dalam konsultasi dengan pimpinan Arab Saudi, untuk menyelesaikan krisis," kata Sharif dalam pengumumannya di Alarabiya, Senin (13/4).
Upaya diplomasi Pakistan sudah dilakukan dengan mengintensifkan komunikasi pada Iran dan juga Turki. Baru baru ini Sharif melakukan pertemuan dengan petinggi dua negara itu. Yakni harapannya pertemuan itu bisa memperkuat upaya damai di Yaman melalui solusi diplomatik.
Sebelumnya Parlemen Pakistan, Jumat (10/4) dengan suara bulat memutuskan untuk tetap netral dalam konflik Yaman. Mereka menolak semua permintaan jangka panjang sekutu Riyadh untuk tentara, pesawat tempur dan kapal.
Pakistan saat ini berada dalam posisi dilematis menyikapi konflik Yaman. Di satu sisi hubungan negara ini dengan Saudi berjalan erat di segala bidang.
Di sisi lain, jika Pakistan ikut bergabung dalam operasi militer ke Yaman, ini akan membakar konflik sektarian di dalam negerinya. Sebab tingkat kekerasan pada minoritas syiah di negara itu meningkat dari tahun ke tahun.