Jumat 17 Apr 2015 21:05 WIB

Irak 'Malu Malu' Kritik Serangan Saudi ke Yaman

Rep: C05/ Red: Angga Indrawan
Masjid Al-Kabir Sanaa Yaman
Foto: wikipedia.org
Masjid Al-Kabir Sanaa Yaman

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Irak melakukan kritik terkait operasi militer Saudi ke Yaman. Konflik Yaman merupakan masalah dalam negeri yang mesti diselesaikan secara internal negara itu.

Perdana Menteri Irak, Haider Al Abadi mengatakan kepada wartawan, Rabu (15/4) bahwa "Tidak ada logika bagi Saudi untuk melakukan operasi militer ke Yaman. Dia menyatakan  pada The New York Times kalau masalah Yaman adalah masalah dalam negeri.

Namun pemimpin Irak mencoba meluruskan maksud pernyataannya itu ke pemerintah AS,  "Niat saya bukan untuk mengkritik siapa pun. Kita berada di perahu yang sama di wilayah tersebut. Jika ada yang membuat lubang di perahu itu, kita semua akan tenggelam,” ujarnya, Kamis (16/4).

Irak, kata Haider menambahkan, telah menderita karena perang. Maka itu Irak sangat sensitif terhadap perang. "Kita berpikir untuk mengakhiri perang ini. Yaman harus segera menyelesaikan konfliknya dengan cara dialog tanpa ada campur tangan pihak luar,” kata dia

Sebelumnya hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Irak putus sejak tahun 1990. Namun di tahun 2004 setelah jatuhnya rezim Saddam Hussein, hubungan kedua negara kembali membaik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement