Selasa 21 Apr 2015 10:37 WIB

Uni Eropa Akui Sulit Bendung Gelombang Imigran

Rep: c07/ Red: Ani Nursalikah
Kapal pengangkut imigran menuju Italia
Foto: cbc
Kapal pengangkut imigran menuju Italia

REPUBLIKA.CO.ID, LUXEMBURG -- Para pemimpin Uni Eropa, Senin (20/4), mengakui kesulitan dalam menghadapi meningkatnya gelombang pengungsi Asia dan Afrika menuju negara-negara Eropa.

Pihak berwenang terus menanggapi permintaan bantuan dari tiga kapal yang penuh sesak memuat ratusan pengungsi di Laut Tengah.

Dilansir dari VOA, Senin (20/4), menteri-menteri luar negeri dan dalam negeri Uni Eropa bertemu di Luxemburg setelah satu kapal terbalik di lepas pantai Libya dan sekitar 700 imigran dikhawatirkan tewas.

Kepala Kebijakan Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan bencana ini merupakan tanggung jawab bersama Eropa.

Menteri Luar Negeri Italia Paolo Gentiloni juga mengatakan hal yang senada. Menurutnya, negaranya tidak bisa sendirian menghadapi gelombang migran tersebut.

Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengatakan Italia dan Malta sedang menyelamatkan dua perahu karet di lepas pantai Libya yang mengangkut sekitar 100 sampai 150 orang dan sebuah kapal yang mengangkut 300 orang.

Adapun pihak berwenang Yunani menyelamatkan lebih dari 90 migran ketika perahu kayu mereka terdampar di lepas pantai Pulau Rhodes tapi sekurangnya tiga orang tenggelam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement