Jumat 24 Apr 2015 06:00 WIB

Pemerintah Saingan Libya Ingin Dilibatkan dalam Pembahasan Imigran

Rep: Gita Amanda/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi imigran
Foto: www.france24.com
Ilustrasi imigran

REPUBLIKA.CO.ID, TRIPOLI -- Pemerintah saingan Libya, yang menguasai Tripoli, mengatakan akan menentang setiap aksi sepihak Uni Eropa dalam mengatasi masalah imigran.

Mereka mendesak Uni Eropa berkonsultasi dengan mereka untuk mengatasi krisis tersebut.

Menteri Luar Negeri pemerintah Tripoli Muhammad el-Ghirani mengatakan pihaknya telah berulangkali menawarkan bantuan untuk mengatasi masalah imigran pada Uni Eropa. Namun, menurutnya proposal tersebut kerap ditolak.

Kini di tengah rencana Uni Eropa untuk menyerang situs yang diduga melakukan perdagangan manusia, pemerintah Tripoli menyatakan keberatannya. Menurut mereka tindakan tersebut tak bisa dijamin akurasinya.

"Anda tak bisa hanya memutuskan untuk menyerang. Misalnya anda menyerang situs tertentu. Bagaimana anda akan tahu anda tak menyerang orang tak bersalah, seperti nelayan?Apakah Eropa menjamin akurasi? Jadi kami katakan, mari kita atasi bersama-sama," kata Ghirani pada koran Malta.

Selama ini menurutnya, pemerintah di Tripoli telah melakukan berbagai cara untuk mengajak kerja sama Eropa mengatasi masalah imigran ilegal. Tapi menurutnya pihak Uni Eropa kerap menyebut mereka sebagai pemerintahan yang tak diakui secara internasional.

"Sekarang mereka tak hanya memutuskan melakukan tindakan ini. Mereka harus berbicara kepada kami," katanya.

Seperti diketahui, Uni Eropa menggelar pertemuan darurat setelah insiden kematian hampir 2.000 migran di Laut Mediterania beberapa waktu terakhir. Menteri-menteri Uni Eropa sedang mempertimbangkan meluncurkan misi militer dan sipil untuk menangkap dan menghancurkan kapal penyelundup manusia.

sumber : reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement