Selasa 28 Apr 2015 05:59 WIB

Muslimah AS Ungkapkan Kisah Pilu Islamofobia Lewat Drama

Rep: C13/ Red: Damanhuri Zuhri
Muslimah Amerika
Foto: muslimvillage.com
Muslimah Amerika

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Muslimah Amerika menampilkan pertunjukan yang luar biasa dalam menggambarkan pencitraan negatif perempuan berjilbab saat peristiwa  9/11.

Penampilan ini juga menjadi salah upaya untuk menciptakan dialog di tengah melonjaknya Islamofobia di dunia barat.

"Saya harap ini bisa menghibur dengan menciptakan dialog di dalamnya," ujar dramawan Muslim Chicago dan aktris , Rohina Malik, seperti dikutip laman onislam.net, Selasa (28/4).

Rohina Malik menceritakan ihwal penampilan dramanya dalam mengungkapkan kisah pilu islamofobia. Drama ini sendiri diselenggarakan di Historical Museum Benicia, Camel Barns.

Menurut Malik, kisah ini ditulis sejak 2008. Menurutnya, isi dialog drama itu menceritakan kisah cinta, kasih sayang, budaya dan toleransi dari mata lima wanita Muslim. Ia mengaskan, konsep ini berasal dari ekspresi dalam Al Qur'an ihwal jilbab.

“Tiket terjual habis begitu cepat dan saya menyadari Amerika benar-benar lapar untuk mendengarkan suara Muslim, terutama dengan kondisi saat ini," kata Malik, yang keturunan India dan Pakistan.

Menurutnya, kisah tersebut merupaka pencampuran antara fiksi dan pengalaman pribadi. Salah satu kisah wanita dalam pertunjukan itu juga bertujuan untuk menyoroti kekerasan yang dihadapi Muslimah berjilbab di AS.

"Orang-orang AS waktu itu benar-benar sangat berbahaya," katanya. Ia juga mengatakan, pada dasarnya, diskriminasi tidak pernah dimulai dengan pistol atau pisau, namun dimulai dengan lingkungan.

Malik sendiri merupakan Muslimah yang lahir di London dan keturunan Asia Selatan. Ia adalah seorang dramawan dan menjadi salah satu anggota asosiasi artistik di 16th Street Theater dan Voyage Theater Company di NY.

Karya Malik banyak diproduksi di The Goodman Theatre, Victory Gardens Theater, 16th Street Theater, Theater Brava, Crossroads Theater, Chicago dramawan, dan Teater Proyek Baltimore.

Baru-baru ini, ia juga mendapat anugerah Penghargaan Y dengan Evanston YWCA atas usahanya untuk mengakhiri rasisme dan memberdayakan perempuan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement