Selasa 28 Apr 2015 10:18 WIB

Usai Gempa Nepal, 41 Orang Inggris dan Irlandia Hilang

Rep: c38/ Red: Damanhuri Zuhri
Suasana gedung roboh usai gempa mengguncang Nepal.
Foto: NBCnews
Suasana gedung roboh usai gempa mengguncang Nepal.

REPUBLIKA.CO.ID, KATHMANDU -- Keputusasaan 41 orang berkewarganegaraan Inggris dan Irlandia memasuki hari keempat. Mereka masih menanti kabar anggota keluarganya yang hilang, menjadi korban gempa yang terjadi di Nepal.

Palang Merah Internasional kemarin merilis 90 nama yang hilang pascagempa bumi dahsyat di Nepal. Malam tadi, lebih dari separuh sudah ditemukan selamat. Beberapa orang yang selamat menuturkan cerita menakjubkan, sekaligus mencekam.

Susannah Ross (20) dari Bath, Somerset, menuturkan jika ia terjebak di taman nasional di Himalaya tanpa makanan dan air.

Saudara perempuannya, Nina (25), menuturkan, “Mereka mengirimkan koordinat, tetapi kondisinya sebagian terluka, tanpa air, dan makanan. Mereka berkata jika membutuhkan sebuah helikopter untuk keluar.”

Berbagai macam cara dilakukan oleh keluarga untuk menghubungi korban yang hilang. Chloe Pincho (27) dan kekasihnya Brennan White,  adalah salah satunya. Pasangan yang berasal dari Carshalton, Surrey ini tengah mendaki gunung Everest, Sabtu lalu.

Adik perempuan Chloe, Ceri, mengepos sebuah foto pasangan ini di Google People Finder. Ceri sempat berkata, “Kami belum mendapatkan kontak langsung.” Akan tetapi, malam tadi sebuah laporan menyebutkan jika keduanya telah ditemukan selamat.

Hal yang sama juga dilakukan orang tua Matt Carapiet (23), dari Bearsted, Kent. Mereka juga menggunakan situs serupa untuk mencari keberadaan putranya, yang tengah melakukan pendakian di Nepal.

Orang Inggris lainnya yang selamat adalah Samuel Bond (28) dari Tonbridge, Kent dan Sam Stalker (25) dari Kirkham, Lancs. Mereka telah menjalin kontak dengan keluarga. Kedua kakak beradik Jason dan Darren Russell, dari Wrexham, North Wales juga ditemukan selamat.

Salah satu korban gempa bumi adalah mahasiswa asal Amerika Serikat, Dr. Marisa Eve Girawong (29) yang tengah mengambil studi kedokteran di University of Leicester. Marisa, dari New Jersey, meninggal akibat terkena longsoran di base camp Mount Everest.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement