Rabu 29 Apr 2015 17:24 WIB

Indonesia-Iran Lanjutkan Proyek Pembangunan Pabrik Pupuk

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Karta Raharja Ucu
Pabrik Pupuk Kaltim
Pabrik Pupuk Kaltim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia dan Iran berencana kembali melanjutkan kerja sama pembangunan pabrik pupuk di Negeri Para Mullah itu. Untuk membahas kerja sama antarnegara ini, Wakil Presiden Republik Islam Iran Bidang Manajemen dan Perencanaan Mohammad Bagher Nobakht menemui Wapres Jusuf Kalla di kantornya.

Menurut Kalla, rencana kerja sama pembangunan pabrik pupuk ini sudah dilakukan sejak zaman Presiden Ahmadinejad. Namun, hingga saat ini rencana kerjasama ini juga belum terealisasi.

"Kita antara lain membicarakan dulu kita ada kerja sama pabrik pupuk waktu zamannya Ahmadinejad. Kita ingin mulai lagi kembali pembicaraan itu," kata Kalla di kantor Wapres, Jakarta, Rabu (29/4).

Untuk merealisasikan kerja sama pembangunan proyek ini pun, pemerintah akan membentuk tim bersama dengan pemerintah Iran. "Ya nanti berikutnya kita akan bikin tim bersama lagi nanti," tambahnya.

Selain membahas kerja sama antarnegara, keduanya juga membahas solusi konflik di Yaman. Menurut Wapres JK, baik pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Iran sepakat agar tidak menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan konflik di semua negara.

"Kita sependapat bahwa Indonesia dan Iran agar kita sepakat tidak mempergunakan solusi invasi atau perang kekerasan untuk menyelesaikan masalah-masalah di negara lain," kata Kalla.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement