REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Para diplomat Uni Eropa menyatakan siap memberantas jaringan penyelundup imigran gelap yang berbasis di Libya. Namun, mereka juga berusaha meyakinkan para kritikus para imigran tetap diselamatkan dan dibolehkan meminta suaka tinggal di Eropa.
"Biarkan saya meyakinkan tidak ada pengungsi atau imigran yang dicegat di laut akan dikirim kembali," ujar Ketua Kebijakan Uni Eropa Federica Mogherini, dilansir dari New York Times, Senin (11/5).
Kedatangan Mogherini ke markas PBB bertujuan meminta bantuan Dewan Keamanan (DK) PBB agar membolehkan operasi militer saat operasi penertiban imigran berlangsung.
Kelompok HAM dan pejabat senior PBB telah mendorong Eropa menawarkan suaka politik kepada imigran. Sementara, hukum internasional negara asal imigran akan melakukan kekerasan jika mereka kembali pulang.
Utusan PBB untuk migrasi internasional Peter D Sutherland mengatakan kepada para diplomat setiap resolusi mengatasi krisis migran harus dimulai dengan kebutuhan mendesak menyelamatkan nyawa manusia.
"Jika kita tidak memandang dengan cara tersebut, maka kita telah melanggar moral," katanya.
Organisasi Internasional untuk Migrasi mencatat lebih dari 1.800 orang tewas ketika mencoba menyeberangi laut Mediterania pada empat bulan pertama 2015.