Selasa 12 May 2015 15:31 WIB

UE Sepakat Berantas Jaringan Penyelundup Imigran

Rep: c36/ Red: Ani Nursalikah
European Union foreign policy chief Federica Mogherini holds a press conference during her visit to a UN school in Gaza City, Saturday, Nov. 8, 2014.
Foto: AP/Khalil Hamra
European Union foreign policy chief Federica Mogherini holds a press conference during her visit to a UN school in Gaza City, Saturday, Nov. 8, 2014.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Para diplomat Uni Eropa menyatakan siap memberantas jaringan penyelundup imigran gelap yang berbasis di Libya. Namun, mereka juga berusaha meyakinkan para kritikus para imigran tetap diselamatkan dan  dibolehkan meminta suaka tinggal di Eropa.

"Biarkan saya meyakinkan  tidak ada pengungsi atau imigran yang dicegat di laut akan dikirim kembali," ujar Ketua Kebijakan Uni Eropa Federica Mogherini, dilansir dari New York Times, Senin (11/5).

Kedatangan Mogherini ke markas PBB bertujuan meminta bantuan Dewan Keamanan (DK) PBB agar membolehkan operasi militer saat operasi penertiban imigran berlangsung.

Kelompok HAM dan  pejabat senior PBB telah mendorong Eropa menawarkan suaka politik kepada imigran. Sementara, hukum internasional negara asal imigran akan melakukan kekerasan jika mereka kembali pulang.

Utusan PBB untuk migrasi internasional Peter D Sutherland mengatakan kepada para diplomat  setiap resolusi mengatasi krisis migran harus dimulai dengan kebutuhan mendesak menyelamatkan nyawa manusia.

 "Jika kita tidak memandang dengan cara tersebut,  maka  kita telah melanggar moral," katanya.

Organisasi Internasional untuk Migrasi mencatat lebih dari 1.800 orang tewas ketika mencoba menyeberangi laut Mediterania pada empat bulan pertama 2015.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement