REPUBLIKA.CO.ID, ZABEED – Gencatan senjata yang berlangsung selama lima hari di Yaman tertahan oleh serangan udara terjadi pada Selasa malam. Setidaknya 35 warga sipil tewas oleh serangan Arab yang dipimpin kota-kota Abs dan Zabeed di Yaman barat, sebelum awal gencatan senjata.
Dikutip dari Reuters pada Rabu (13/5), saksi di barat daya kota Abyan mengatakan pesawat tempur telah memukul posisi disana, setelah Houthi merampas daerah sebelum gencatan senjata.
Sebelumnya, aliansi negara-negara Teluk Arab sejak 26 Maret telah membom milisi Houthi dan satuan-satuan tentara sekutu yang mengontrol sebagian besar Yaman untuk mencari Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang diasingkan.
Lebih dari 600 orang tewas dan 3.000 terluka, sementara 22.000 warga telah mengungsi sejak Houthi pertama didorong ke kota pada tanggal 25 Maret, menurut kelompok pengawas lokal, Aden Centre Monitoring. Warga menyatakan keraguan bahwa 'istirahat' dalam pertempuran akan bertahan lama.
"Aden sangat membutuhkan gencatan senjata kemanusiaan, mengingat kurangnya makanan, bahan bakar dan banyak hal. Tapi kita mempertanyakan niat Houthi dan percaya bahwa mereka akan mengambil keuntungan dari gencatan senjata untuk merampas banyak daerah,”kata seorang warga, Hassan al-Jamal.