Kamis 14 May 2015 11:32 WIB

Qatar Harapkan Peran Indonesia di Timur Tengah

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.
Foto: Republika/Wihdan
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Wakil PM Qatar Ahmad bin Abdullah Al Mahmoud mengatakan, sudah waktunya Indonesia lebih berperan di Timur Tengah mengingat Indonesia adalah negara besar dengan mayoritas penduduknya beragama Islam.

Pernyataan itu diungkapkan Mahmoud saat menerima Wakil Ketua MPR, Dr Hidayat Nur Wahid, MA, beserta Dubes RI Deddy Saiful Hadi, di Doha, Qatar, seperti disampaikan Counsellor/Fungsi Politik KBRI Doha, Boy Dharmawan kepada Antara London, Kamis.

Dikatakannya, kunjungan Hidayat merupakan undangan Pemerintah Qatar menghadiri Doha Forum ke-15 pada 11-13 Mei dengan tema Enriching The Middle East's Economic Future Conference.

Wakil PM Mahmoud juga memuji kontribusi Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina khususnya dalam peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Indonesia bulan lalu.

Dia mengharapkan kerjasama investasi RI-Qatar dapat ditingkatkan di masa mendatang mengingat banyak peluang kerja sama investasi khususnya terkait rencana Piala Dunia 2022 di Qatar.

Negara yang memiliki pendapatan per kapita106 ribu dolar AS ini mengalokasikan anggaran senilai 150 milyar dolar AS untuk persiapan sarana pembangunan, khususnya infrastruktur bagi kejuaraan akbar empat tahunan itu.

Menurut Boy Dharmawan, mantan Ketua MPR yang fasih berbahasa Arab itu juga melakukan pertemuan dengan Menteri Wakaf dan Urusan Agama Islam, Dr Gaith bin Mubarak Al-Kuwari dan Chief Executive Office Qatar Charity, Faisal Rashid Alfehaida.

Dalam pertemuan dengan Dr Gaith bin Mubarak Al-Kuwari, tamatan program doktor dari Universitas Islam Madinah, Arab Saudi ini, menyampaikan apresiasinya atas bantuan pembangunan mesjid Al-Muttaqun yang megah senilai Rp 12 milyar di Klaten, Jawa Tengah, berdekatan dengan Candi Prambanan.

Menurut Hidayat Nur Wahid, Pemerintah Qatar berperan besar dalam pembanguan masjid yang kini menjadi salah satu simbol dari adanya kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Dalam pertemuan dengan Chief Executive Office (CEO) Qatar Charity, Faisal Rashid Alfehaida, Dr Hidayat Nur Wahid, yang juga menjabat sebagai Duta Kebajikan Qatar Charity, membahas bantuan Qatar Charity (QC) kepada Indonesia.

Faisal Rashid mengatakan QR ingin meningkatkan bantuan, khususnya pemberian beasiswa kepada pelajar yang berprestasi dan kurang mampu khususnya anak putus sekolah menengah agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement