Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Vonis Mati Mursi

Ratusan Orang di Istanbul Protes Vonis Mati Mursi

Senin 18 Mei 2015 05:57 WIB

Rep: C84/ Red: Winda Destiana Putri

Mantan Presiden Mesir, Muhammad Mursi divonis hukuman mati

Mantan Presiden Mesir, Muhammad Mursi divonis hukuman mati

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Ratusan orang berunjuk rasa di Istanbul pada Ahad (17/5) kemarin untuk memprotes keputusan pengadilan Mesir yang menjatuhkan hukuman mati kepada Presiden Mesir terguling Muhammad Mursi.

Para demonstran berkumpul di halaman Masjid Fatih dimana diantaranya membawa sejumlah poster kecaman seperti bertuliskan: 'Hakim Pro-kudeta tidak bisa menilai Mursi'.

Aksi Demonstrasi yang dipimpin oleh organisasi non-pemerintah Turki, termasuk Association for Free Thought and Educational Rights dan Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH). Wakil Presiden IHH Osman Atalay mendesak PBB dan Amnesty International mengambil tindakan untuk mencegah eksekusi mati tersebut.

"Biaya eksekusi ini akan luar biasa," ujar Atalay memperingatkan, seperti dilansir Anadolu.

Seperti diketahui, IHH yang didirikan pada 1995 ini juga dikenal sebagai lembaga bantuan Turki yang fokus terhadap hak-hak asasi manusia di Timur Tengah. Pada 2010 lalu, IHH mengirimkan sebuah kapal kargo yang penuh dengan bantuan kemanusiaan dan bahan konstruksi untuk warga Palestina di Jalur Gaza yang berada di bawah serangan mematikan Israel.

Senada dengan hal ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga telah menyerukan dunia Barat untuk mengambil sikap terhadap keputusan pengadilan Kairo dan mengkritik kebisuan mereka atas masalah ini.

Pada Sabtu pagi, pengadilan Mesir menjatuhi Mursi dengan hukuman mati atas tuntutan penerobosan penjara pada 2011. Pengadilan mendakwa dia melarikan diri dari penjara dengan bantuan gerilyawan fanatik dalam dan luar negeri selama kerusuhan pada 25 Januari.

Hubungan antara Turki dan Mesir telah tegang sejak Mursi digulingkan oleh militer pada Juli 2013. Ankara mengutuk penggunaan kekerasan secara berlebihan terhadap pendukung Ikhwanul Muslimin, kubu kekuatan Mursi dan organisasi politik yang memiliki hubungan erat dengan Partai Pembangunan dan Keadilan pimpinan Erdogan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA