Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

PBB dan AS Prihatin Hukuman Mati Mursi

Selasa 19 Mei 2015 11:42 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Esthi Maharani

Mantan presiden Mesir, Muhammad Mursi berada di dalam penjara.

Mantan presiden Mesir, Muhammad Mursi berada di dalam penjara.

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- PBB dan Amerika Serikat menyatakan keprihatinanya atas hukuman mati yang dijatuhkan pada mantan Presiden Mesir Mohammad Mursi, Senin (18/5).

Sekjen BB Ban Ki moon mengatakan akan memantau proses banding untuk hukuman mati. Ia juga akan mendesak agar banding segera dilakukan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Jeff Rathke mengatakan hukuman mati massal dan hukuman tidak adil sering digunakan pada anggota opisisi dan aktivis anti kekerasan.

"Kami sangat prihatin dengan hukuman mati massal yang dijatuhkan oleh pengadilan Mesir untk 100 terdakwa termasuk Presiden Mursi,"ujar Rathke.

Pengadilan Mesir telah menjatuhkan hukuman mati bagi Mursi dan 106 pendukungnya anggota Ikhwanul Muslimin, Ahad (17/5) lalu. Keputusan akan berlaku tetap pada (2/6) mendatang.

Juru Biacara Keprisedanan Turki  Ibrahim Kalin memperingatkan Timur Tengah akan kembali kacau jika Mesir benar-benar memberlakukan hukuman mati tersebut. Ini merupakan pelanggaran keadilan dan masyarakat internasional dapat lantang menyerukan hal ini.

Turki akan bekerja sama dnegna Komisi HAM PBB untuk mengambil langkah yang diperlukan terkait hukuman mati ini.

sumber : reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA