Rabu 20 May 2015 08:30 WIB

Oposisi Suriah Klaim Kuasai Pangkalan Militer Idlib

Rep: Gita Amanda/ Red: Winda Destiana Putri
Pemimpin Oposisi Suriah, Ahmad Jarba.
Foto: en.alalam.ir
Pemimpin Oposisi Suriah, Ahmad Jarba.

REPUBLIKA.CO.ID, IDLIB -- Pasukan oposisi Suriah telah merebut kembai pangkalan militer di Idlib. Ini merupakan salah satu kemenangan paling signifikan sejak kota tersebut diambil pada Maret.

Juru bicara Ahrar al-Sham, salah satu dari kelompok-kelompok bersenjata paling kuat Suriah, Abu Yazid mengatakan kepada Aljazirah Selasa (19/5) pasukan mengambil alih seluruh kota al-Mastouma dan pangkalan militer setelah bentrokan berat dengan pasukan keamanan Suriah. Ahrar al-Sham adalah bagian dari Angkatan Darat Fattah, koalisi yang mengontrol sebagian besar provinsi Idlib, di barat laut Suriah.

Yazid juga mengatakan bahwa serangan berikutnya akan dilakukan ke kota utara Ariha, salah satu benteng pertahanan pemerintah terakhir di Idlib. Ini akan memaksa tentara Suriah untuk menarik diri dari provinsi tersebut.

"Militer telah mulai menarik diri dari Ariha," katanya. Dia mengatakan sedikitnya 50 tentara tewas dalam pertempuran terbaru di Idlib.

 

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, dan berbagai kelompok aktivis di tanah di Suriah telah mengkonfirmasi pengambilalihan seluruh al-Mastouma. Televisi pemerintah Suriah melaporkan bahwa unit tentara di pangkalan telah dipindahkan ke Ariha untuk memperkuat lini pertahanan di sana.

Kemajuan Ahrar al-Sham datang hampir dua bulan setelah Angkatan Darat Fattah merebut kota Idlib, yang strategis dan berlokasi dekat jalan raya utama yang menghubungkan Aleppo dan ibukota Damaskus. Pertempuran sengit juga terus terjadi di kota Jisr al-Shughur, Idlib. Di sana pasukan pemerintah membombardir wilayah yang dikuasai pemberontak dalam upaya untuk menyelamatkan banyak tentara yang dilaporkan terkepung di rumah sakit.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement