Rabu 27 May 2015 16:36 WIB

Cina Tangkap 175 Pencuri Artefak Bersejarah

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Ani Nursalikah
Artefak giok Cina dari situs arkeologi Neolitik di Lingyuan, provinsi Liaoning.
Foto: xinhua
Artefak giok Cina dari situs arkeologi Neolitik di Lingyuan, provinsi Liaoning.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Polisi Cina menahan 175 orang dalam kasus pencurian artefak bersejarah, Rabu (27/5). Pihak berwenang mengatakan penangkapan tersebut merupakan bagian dari operasi terbesar dalam sejarah Cina untuk mengembalikan artefak yang dicuri.

Kementerian keamanan publik mengatakan 1.168 peninggalan bersejarah senilai lebih dari 500 juta yuan (setara 80 juta dolar AS) telah berhasil ditemukan kembali. Aftefak tersebut diduga digali secara ilegal oleh penjarah di desa Niuheliang yang merupakan situs arkeologi Neolitik di Lingyuan, provinsi Liaoning. Situs ini terletak sekitar lima jam perjalanan dari Beijing.

Kementerian mengatakan aktivitas penjarahan membawa kerusakan parah pada situs. Diantara artefak-artefak, ada giok naga melingkar yang menjadi penggambaran awal adanya makhluk mitologi.

UNESCO mengatakan situs arkeologi Niuheliang adalah pusat penguburan dan penyerahan korban atau tumbal di masa Hongshan sekitar 5.500-5000 tahun lalu.

Situs ini ditemukan pada 1983 dan dapat dikatakan sebagai situs yang paling menanamkan warisan spiritual. Tidak ada situs spiritual yang lebih dari Nuiheliang.

Di dalamnya terdapat area perkuburan, altar, tugu, patung hingga situs bawah tanah seperti Goddess Temple yang tersohor.

"Niuheliang adalah contoh luar biasa dari tanah suci para korban dari periode awal peradaban manusia," kata UNESCO.

sumber : a
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement