REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Rusia menerapkan larangan masuk ke negaranya bagi 89 politisi Uni Eropa. Uni Eropa menanggapi marah larangan tersebut.
BBC News melaporkan pada Ahad (31/5), para politisi yang dilarang diyakini termasuk sekretaris jenderal dewan Uni Eropa Uwe Corsepius, dan mantan wakil perdana menteri Inggris Nick Clegg. Rusia merilis daftar tersebut setelah beberapa permintaan oleh diplomat Uni Eropa.
Uni Eropa menyebut larangan itu sebagai tindakan yang "benar-benar sewenang-wenang". Mereka mengatakan tidak ada penjelasan mengenai hal ini.
Banyak dari mereka yang masuk dalam daftar adalah kritikus vokal dari Kremlin, dan beberapa telah berpaling dari Rusia dalam beberapa bulan terakhir.
Uni Eropa mengatakan bahwa mereka telah meminta berulang kali untuk daftar orang-orang yang dilarang. Tapi daftar tersebut belum diberikan sampai sekarang.
"Daftar 89 nama sekarang telah dimiliki oleh pemerintah Rusia. Kami tidak memiliki informasi lain tentang dasar hukum, kriteria dan proses keputusan ini," kata seorang juru bicara Uni Eropa.
"Kami menganggap tindakan ini benar-benar sewenang-wenang dan tak dibenarkan, terutama dengan tidak adanya penjelasan lebih lanjut dan transparansi," tambahnya.
Seorang pejabat kementerian luar negeri Rusia mengatakan bahwa larangan tersebut adalah akibat dari sanksi Uni Eropa terhadap Rusia.
Sanksi Uni Eropa yang diberlakukan setelah Rusia mencaplok wilayah Crimea Ukraina pada bulan Maret 2014, dan mereka telah diperpanjang di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara pasukan pemerintah dan separatis pro-Rusia di Ukraina timur.