Kamis 04 Jun 2015 23:13 WIB

Iran Akui Ada Kemajuan Jelang Kesepakatan Akhir Nuklir

Rep: C23/ Red: Winda Destiana Putri
Fasilitas nuklir Iran
Foto: telegraph.co.uk
Fasilitas nuklir Iran

REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Iran dan kekuatan dunia telah membuat kemajuan penting menuju kesepakatan akhir terkait program nuklir Teheran. Jika kesepakatan itu berhasil, sanksi embargo pada Iran akan diakhiri.

"Kami telah membuat kemajuan penting pada pembicaraan akhir," kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat tiba di Wina, seperti dilaporkan Alarabiya, Kamis (4/6). Dalam kesepakatan akhir tersebut, tambahnya, juga akan dibahas dan dipertanyakan tentang ilmuwan yang akan memeriksa situs militer Iran.

Meskipun demikian, Aragchi menilai jika kesepakatan yang sifatnya kekal dan berkaitan dengan nuklir Iran akan menjadi pekerjaan yang sulit dan rumit.  "Hanya aturan yang sedang didefinisikan dalam kerangka kesepakatan akhir," ucapnya.

Negosiasi sebelumnya di Jenewa, Swiss, gagal menjembatani perbedaan pandangan antara Washington dengan Teheran. Terutama terkait inspeksi situs militer Iran.

Enam kekuatan global, yaitu Inggris, Cina, Prancis, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat, telah berusaha untuk membakukan kesepakatan yang tujuannya mengekang ambisi nuklir Iran. Cara yang harus ditempuh kekuatan global untuk mengekang nuklir Iran adalah dengan mengurangi stok uranium di beberapa situs militer.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement