REPUBLIKA.CO.ID, PBB -- Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon telah mengumumkan bahwa pembicaraan damai antara pihak yang bertikai di Yaman akan dilanjutkan di Jenewa pada 14 Juni mendatang.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric mengatakan Ban menyambut baik keputusan oleh Presiden Yaman yang diasingkan, Abed Rabbo Mansour Hadi, dan Syiah Houthi kelompok pemberontak Yaman yang menguasai ibu kota Sanaa untuk menghadiri pembicaraan yang dipimpin PBB di Swiss. Dia mendesak para pihak untuk terlibat dengan itikad baik dan tanpa prasyarat.
Dujarric mengatakan pada Sabtu (6/6) dilansir dari Washington Post bahwa Ban berharap pertemuan akan memulai kembali proses transisi yang damai, tertib, inklusif dan Yaman yang dipimpin.
Ban Ki-moon juga menegaskan kembali seruannya untuk jeda kemanusiaan lain, agar mendapatkan bantuan untuk ratusan ribu warga Yaman yang membutuhkan. Ban mengatakan dialog ini juga bisa membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif untuk dialog damai.