REPUBLIKA.CO.ID, TAL ABYAD -- Pejuang Kurdi Suriah mengatakan, mereka telah berhasil mengambil alih kota strategis Tal Abyad dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), pada Senin (15/6).
Perebutan Tal Abyad merupakan kemunduran besar bagi ISIS, sebab kota tersebut merupakan rute pasokan utama ke Raqqa.
Juru bicara kekuatan tempur utama Kurdi atau yang biasa dikenal dengan YPG, Redur Khalil, mengatakan para pejuang Kurdi masuk dari timur dan barat menuju pusat kota. Mereka terlibat bentrokan sengit di kantong-kantong perlawanan ISIS di kota tersebut.
"Kami berharap untuk memiliki kontrol penuh atas Tal Abyad dalam beberapa jam," katanya. Beberapa jam kemudian YPG mengumumkan di laman Facebooknya bahwa mereka telah membebaskan kota.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menegaskan, pejuang Kurdi hampir mengkontrol penuh seluruh wilayah Tal Abyad pada Senin malam. Disebutkan sekitar 40 militan ISIS juga menjadi sasaran serangan udara yang dipimpin Amerika Serikat. Para militan diserang saat berupaya melarikan diri ke selatan.
Direbutnya kembali Tal Abyad yang berada 80 kilometer utara Raqqa, yang merupakan ibukota kekhalifahan ISIS, merupakan kemunduran terbesar ekstremis sejak Kudi mengusai kota perbatasan Kobane. Kemenangan Kurdi di Tal Abyad menghalangi kelompok militan mendapatkan pasokan langsung militan asing dan persediaan. Ini memberi tekanan lebih pada Raqqa.
Dilansir Aljazirah Selasa (16/6), kemajuan pasukan Kurdi telah menyebabkan lebih dari 16 ribu orang melarikan diri ke Turki dalam dua pekan terakhir.
Otoritas Turki sepakat untuk membuka perbatasan karena meningkatnya bahaya di tengah pertempuran di Tal Abyad. Tapi sejumlah besar pengungsi telah menunggu lama setidaknya 24 jam, untuk menyeberangi perbatasan.
Pejuang Kurdi dan pemberontak Suriah memulai upaya mereka merebut kota sejak 11 Juni. Mereka didukung serangan udara dari koalisi pimpinan AS.
Sejak awal tahun, pasukan Kurdi telah berhasil merebut kembali lebih dari 500 kota-kota besar di timur laut Suriah. Mereka baru-baru ini berupaya memasuki wilayah provinsi Raqqa.
Namun penyitaan Tal Abyad mengancam akan menyalakan ketegangan antara Kurdi dan etnis Arab. Mereka menuduh milis Kurdi sengaha menggusur ribuan orang dari kota yang memiliki etnis campuran.
Di tempat lain di Suriah, pada Senin, sedikitnya 34 orang tewas dan 190 lainnya terluka dalam serangan roket oposisi ke kubu pemerintah di kota Aleppo. Observatorium Suriah mengatakan, 12 anak termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan.
Dilaporkan, pejuang oposisi menembakkan sekitar 300 roket ke beberapa distrik di Aleppo Barat dalam waktu empat jam. Serangan menyebabkan kerusakan besar termasuk runtuhnya seluruh bangunan.
Observatorium mengatakan, lebih dari 230 ribu orang tewas di Suriah sejak awal pemberontakan anti-pemerintah pada Maret 2011.