Ahad 21 Jun 2015 10:54 WIB

Kasus MERS di Thailand, Hanya Satu, Bukan 175 Pasien

Rep: c32/ Red: Angga Indrawan
 Seorang guru mengenakan masker kepada muridnya  untuk mengantisipasi wabah MERS di Seoul, Korea Selatan.
Foto: AP/Ahn Young-joon
Seorang guru mengenakan masker kepada muridnya untuk mengantisipasi wabah MERS di Seoul, Korea Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Penelitian dan Penhembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama menyatakan pasien MERS CoB di Thailand hanya 1 orang saja. Hal tersebut ia nyatakan terkait banyaknya media massa yang menyebutkan 175 pasien yanh menderita MERS di Thailand.

"Itu bukan berarti 175 orang yang sakit, itu bukan pasien. Mereka adalah 175 orang yang kontak atau mungkin berhubungan dengan 1 orang pasien MERS di Thailand," jelas Tjandra dalam pernyataan tertulisnya yang diterima ROL, Ahad (21/6).

Ia menambahkan, 175 orang tersebut ditemukan melalui program contact tracing. Orang-orang tersebut ditentukan berdasarkan penentuan siapa saja yang dimumgkinkan pernah bertemu dan kontak dengan pasien tersebut.

Lebih lanjut, Tjandra menyatakan 175 orang tersebut terdiri dari 3 anggota keluarga pasien, petugas kesehatan yang menangani pasien, dan supir taxi yang membawa pasien dari bandara. "Mereka yang duduk 2 baris di depan dan 2 baris di belakang di pesawat yang pasien tumpangi juga termasuk bahkan seluruh awak pesawat tersebut," ungkap Tjandra.

Untuk itu, ia menyatakan 175 tersebut bukanlah pasien positif MERS di Thailand. Menurutnya, hal tersebut bentuk dari upaya ketat yang dilakukan Thailand dalam menanhani kasus MERS.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement