Selasa 23 Jun 2015 13:57 WIB

Jepang Peringati 70 Tahun Perang Okinawa

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti / Red: Angga Indrawan
Pangkalan Militer AS di Okinawa, Jepang
Pangkalan Militer AS di Okinawa, Jepang

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Pemerintah Jepang mengadakan upacara peringatan 70 tahun pertempuran Okinawa, Selasa (23/6). Sekitar 5 ribu orang menghadiri peringatan termasuk PM Jepang dan Dubes AS. 

Acara dimulai dengan mengheningkan cipta di Peace Memorial Park, Okinawa. Perwakilan dari keluarga korban Naeko Teruya mengatakan, sisa-sisa bom aktif masih terkubur di bawah tanah dan berada di lokasi konstruksi.

"70 tahun sejak perang telah berakhir, kami merasa bahwa perang belum benar-benar berakhir," ujar Naeko. 

Bekas luka perang paling berdarah saat Perang Dunai II masih tersisa. Banyak warga sipil yang tewas saat pertempuran tersebut. Korban tewas mencapai 200 ribu orang. 

Takejiro Higa (21 tahun) mendarat di Pulau Okinawa pada bulan April 1945, sebelumnya tidak mengetahui peran penting dalam satu pertempuran mengerikan. Okinawa hari ini tetap menjadi benteng kekuatan militer Amerika di Asia Pasifik.

Mengutip USA Today, Selasa (23/6), sekitar 25 ribu tentara AS saat ini ditempatkan di sana. Namun pangkalan ini diprotes warga karena menjadi polusi kebisingan, kemacetan dan kejahatan.

Higa saat ini berusia 92 tahun dan menjadi bagian dari militer AS. Dia adalah warga Amerika keturunan Jepang. Pria kelahiran Hawai ini menceritakan kisahnya saat perang Okinawa berlangsung.

"Saya pergi ke banyak gua mendesak warga sipil untuk bersembunyi dan melarang keluar," ujar dia.

Higa bertangung jawab untuk mengamankan tiga ribu jiwa. Higa mengaku tidak hadir dalam peringatan namun akan pergi ke Okinawa Desember mendatang untuk menghadiri simposium pertempuran.

 

 

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement