REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Sebagai bentuk tindakan balasan, pejabat Rusia memperpanjang sanksi impor makanan dari Barat, Selasa (23/6).
Langkah itu diambil sebagai bentuk protes atas keputusan Uni Eropa melanjutkan sanksi terhadap Rusia, Senin (22/6).
Dikutip dari Channel News Asia, Juru bicara Kremlin Mitchey Peskov mengatakan tindakan balasan merupakan dasar pendekatan mereka. Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev dengan merespon keputusan para menteri luar negeri Uni Eropa dan memerintahkan pemerintahannya memperpanjang larangan impor makanan Rusia.
Larang impor produk makanan Eropa dan Amerika itu diperpanjang kembali selama enam bulan. Larangan diberlakukan tahun lalu sebagai tanggapan atas sanksi Barat, termasuk larangan visa dan pembekuan aset. Uni Eropa memberlakukan sanksi karena peran Rusia dalam konflik Ukraina dan pencaplokan Krimea.
Rusia membantah tuduhan tersebut. Beberapa tahun lalu, perusahaan besar Barat, termasuk General Motors meninggalkan pasar Rusia. Jumlah wisatawan yang bepergian ke Rusia dari AS dan Eropa Barat turun 34 persen di bulan pertama 2015 dibandingkan dengan Januari tahun lalu.
Hal ini berdampak pada ekonomi, terutama real estate Rusia, periwisata dan sektor lain.