REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Sebanyak tujuh pembom mobil bunuh diri menyerang pasukan keamanan Irak di Provinsi Anbar, Senin (6/7.
Sebanyak tiga pembom bunuh diri tewas secara terpisah di Provinsi Salahudin. Di Provinsi Anbar, empat pembom bunuh diri meledakkan kendaraan mereka, yang diisi peledak dekat posisi pasukan keamanan Irak dan milisi sekutunya di daerah Haqlaniyah, sekitar 200 kilometer barat laut Baghdad.
Sumber keamanan mengatakan ledakan tersebut diikuti oleh bentrokan sengit antara puluhan anggota ISIS dan tentara sehingga menewaskan sedikitnya 15 anggota pasukan keamanan dan melukai 18 orang lagi. Tapi ia tidak memberi perincian lebih lanjut mengenai korban di pihak gerilyawan.
Serangan pada Senin terjadi sehari setelah anggota ISIS melancarkan gelombang enam serangan bom mobil bunuh diri di Bendungan Haditha. Namun serangan tersebut digagalkan oleh pasukan keamanan dan petempur milisi Sunni sekutunya.
Gerilyawan ISIS berulangkali melancarkan serangan untuk merebut bendungan penting itu di dekat Haditha di Sungai Eufrat tapi dipatahkan oleh tentara dan anggota suku Sunni setempat, Jughaifi.