Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Waktu Perundingan Nuklir Iran Kembali Ditambah

Rabu 08 Jul 2015 12:55 WIB

Red: Ani Nursalikah

Kelompok P5+1 dan Iran bakal melakukan pertemuan di Istanbul, Turki, Sabtu (14/4) guna membahas program nuklir Iran.

Kelompok P5+1 dan Iran bakal melakukan pertemuan di Istanbul, Turki, Sabtu (14/4) guna membahas program nuklir Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, WINA -- Kekuatan-kekuatan global yang berkutat untuk mencapai sebuah perjanjian nuklir dengan Iran meminta waktu lagi setelah isu-isu yang masih ada berjalan sangat alot, Selasa (7/7).

Iran dan kelompok P5+1 yang terdiri atas Amerika Serikat, Rusia, Cina, Prancis, Inggris dan Jerman secara efektif memberi mereka waktu hingga Jumat menyepakati sebuah perjanjian dengan menambah istilah-istilah dari sebuah persetujuan nuklir 2013. Berdasarkan perjanjian itu Iran mengurangi program nuklirnya sebagai ganti atas pengurangan sanksi-sanksi.

"Mencabut tanda-tanda dalam kurung yang masih ada (dalam naskah perjanjian), ini tampak sangat, sangat, sangat alot," kata diplomat senior itu sementara pembicaraan hari ke-11 berlangsung hingga malam di Wina.

Tetapi diplomat itu menyatakan negosiasi bukan proses buka-tutup. Kami telah memperpanjang waktu beberapa hari lagi karena kami pikir hal itu diperlukan. Seorang diplomat kedua mengatakan tanggal target baru  merupakan waktu final.

"Sulit untuk menilai mengapa dan bagaimana kami dapat perpanjang. Apakah ini berjalan dalam 48 jam ke depan atau tidak," kata diplomat kedua yang meminta jati dirinya tidak disebutkan.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry masih berada di Wina bersama dengan rekan sejawatnya dari Iran Mohammad Javad Zarif. Rekan-rekan sejawat mereka dari Rusia, Cina, Prancis dan Inggris sudah kembali ke negaranya masing-masing. Menlu Inggris dan Prancis akan kembali ke ibu kota Austria itu pada Rabu malam.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA