Kamis 09 Jul 2015 14:11 WIB

Presiden Nigeria Bahas Siswi Chibok dengan Relawan

Warga Nigeria menuntut pembebasan 200 gadis Chibok yang diculik Boko Haram.
Foto: Reuters/Joe Penney
Warga Nigeria menuntut pembebasan 200 gadis Chibok yang diculik Boko Haram.

REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA -- Presiden Nigeria Muhammadu Buhari pada Rabu (8/7) mengadakan pertemuan pertamanya dengan para relawan untuk menyerukan pembebasan lebih dari 200 siswi yang diculik oleh militan Boko Haram di kota Chibok tahun lalu.

Kelompok militan Islam yang sudah enam tahun melakukan pemberontakan itu mendapat kecaman internasional ketika menculik para siswi dari asrama Sekolah Menengah Atas (SMA) pada April 2014.

Buhari memuji kelompok "the Bring Back Our Girls" atas upaya mereka mencegah dilupakannya penghilangan para siswi tersebut.

"Tidak seorang pun di Nigeria atau di luar sana bisa melewatkan konsistensi dan ketekunan mereka," kata Buhari dalam pertemuan di vila presiden di ibu kota, Abuja.

Ia menambahkan militer saat ini bekerja sama dengan negara-negara tetangga untuk memastikan para petugas keamanan di daerah bisa melawan pemberontak.

"Saya pikir Anda akan setuju pemerintah saat ini mengambil masalah ini sangat serius," katanya.

Dalam laporan Amnesti Internasional awal tahun ini, Boko Haram telah menculik setidaknya 2.000 perempuan dan anak-anak perempuan Nigeria sejak awal 2014, banyak dari mereka yang mengalami pelecehan seksual atau dilatih untuk menjadi pemberontak.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok "the Bring Back Our Girls" mengatakan kembalinya para siswi tersebut dengan aman mengisyaratkan pemerintah menghormati kesucian dan martabat setiap kehidupan di Nigeria.

Frekuensi serangan oleh militan Boko Haram di negara bagian utara telah meningkat sejak presiden bersumpah dalam pidato pelantikannya pada 29 Mei kelompok itu akan hancur.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement