Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Prancis Minta AS dan Iran Percepat Perundingan Nuklir

Ahad 12 Jul 2015 08:32 WIB

Rep: C32/ Red: Erik Purnama Putra

Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius.

Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius.

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, VIENNA – Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius menegaskan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mempercepat perundingan nuklir. Dia menyatakan, semuanya sudah siap dan sudah waktunya untuk membuat keputusan.

“Sekarang semuanya di atas meja, saat ini sudah saatnya untuk memutuskan,” kata Fabius seperti dilansir Reuters, Sabtu (11/7). Hal tersebut ia utarakan setelah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, dan Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond.

Menurut dia, di antara berbagai poin terbesar pekan ini ada desakan yang dinyatakan oleh Iran. Desakan tersebut terkait embargo senjata Dewan Keamanan PBB dan larangan balistik program rudal 2006 segera dicabut jika kesepakatan tercapai.

Rusia menjual senjata ke Iran secara terbuka memperlihatkan dukungan Teheran dalam masalah tersebut. Namun, seorang diplomat senior Barat mengatakan awal pekan ini enam negara tetap bersatu, meskipun Moskow dan Beijing tidak suka terkenal dari embargo.

Sementara itu, negara-negara Barat telah lama menduga Iran bertujuan untuk membangun bom nuklir dan menggunakan program energi atom sipilnya. Isu-isu bermasalah lainnya mengenai pembicaraan akses untuk ke situs militer di Iran.

Diketahui, diplomat Barat dan Iran sedang dalam perundinga yang menyatakan mereka diharapkan untuk bekerja dengan baik dengan membuat terobosan. Mungkin pada awal pekan ini, ada kesepakatan untuk membawa bantuan sanksi bagi Teheran.

Iran dan enam negara lain yang terlibat, yaitu Inggris, Cina, Perancis, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat telah memberikan waktu hingga senin untuk mencapai kesehatan. Ekstensi ketiga mereka dalam dua pekan, dinilai sebagai delegasi Iran menuduh Barat melemparkan hambatan baru untuk kesepakatan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA