Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Mesir Harap Kesepakatan Nuklir Iran Buat Timteng Stabil

Rabu 15 Jul 2015 10:43 WIB

Red: Ani Nursalikah

Perwakilan Tinggi Uni Eropa Catherine Ashton (kiri) and Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada pembicaraan nuklir Iran di Wina, Austria pada 2014.

Perwakilan Tinggi Uni Eropa Catherine Ashton (kiri) and Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada pembicaraan nuklir Iran di Wina, Austria pada 2014.

Foto: AP/Ronald Zak

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Mesir berharap kesepakatan yang dicapai antara Iran dan negara besar di dunia akan membawa wilayah Timur Tengah menuju keamanan dan kestabilan, kata Kementerian Luar Negeri Mesir di dalam satu pernyataan pada Selasa (14/7).

"Kami berharap itu akan menghentikan letusan persaingan senjata di Timur Tengah dan akan membebaskannya dari WMD (senjata pemusnah massal), termasuk senjata nuklir," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mesir Badr Abdel-Atty di dalam pernyataan.

Pejabat itu mengatakan Mesir saat ini sedang mempelajari pasal-pasal dalam kesepakatan tersebut untuk menilai isinya secara akurat, dengan harapan semua pasal itu akan sesuai dengan pasal dalam kesepakatan mengenai antipenyebaran senjata nuklir.

Iran dan enam negara besar di dunia, yakni Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Cina, Rusia ditambah Jerman pada Selasa di Wina, Austria mencapai kesepakatan untuk membatasi simpanan, tingkat dan kemampuan pengayaan uranium Iran untuk masa khusus sebagai imbalan bagi diredakannya sanksi yang dijatuhkan atas Iran.

Ada banyak kecaman di Amerika Serikat yang menuduh Kerry dan timnya mundur dari kepentingan AS di meja perundingan, dan mengatakan kesepakatan tersebut takkan selamanya menghalangi jalur Iran ke bom nuklir.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini atas nama kelompok P5+1 mengatakan kesepakatan menyeluruh nuklir Iran akan diserahkan kepada Dewan Keamanan PBB dalam beberapa hari ke depan.

"Kami tak pernah bertengkar dengan rakyat Iran," kata Kerry. Ia merujuk kepada sanksi Barat yang dijatuhkan atas Iran yang merusak ekonomi negeri tersebut selain memiliki dampak pada kehidupan rakyat Iran.

Kesepakatan itu akan merinci resolusi PBB yang berkaitan, dan sanksi ekonomi serta keuangan akan dihentikan secara menyeluruh berdasarkan resolusi PBB dan kerangka kerja yang disepakati.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan kesepakatan itu digembar-gemborkan sebagai era baru kerja sama dengan dunia.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA