Jumat 07 Aug 2015 05:51 WIB

PBB Voting Soal Penyelidikan Penyerang Gas Beracun Suriah

Jasad korban serangan senjata kimia di Ghouta, Suriah, Rabu (21/8).
Foto: AP/Shaam News Network
Jasad korban serangan senjata kimia di Ghouta, Suriah, Rabu (21/8).

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Sejumlah diplomat mengatakan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa tampaknya akan melangsungkan pemungutan suara pada Jumat (7/8) terhadap usulan Amerika Serikat.

 

Usulan itu menyangkut permintaan kepada kepala PBB Ban Ki-moon serta badan pengawas senjata kimia global untuk membentuk tim penyelidik mencari pelaku serangan-serangan gas beracun di Suriah.

Penentuan pihak yang bertanggung jawab dalam kasus serangan gas beracun akan membuka jalan bagi kelima belas anggota Dewan Keamanan untuk mengambil tindakan.

Dewan telah mengancam pihak-pihak yang melakukan penyerangan akan menghadapi konsekuensi, termasuk penjatuhan sanksi.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry mengatakan ia telah mencapai kesepakatan dengan mitranya dari Rusia atas rancangan Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait Suriah.

Rancangan itu ditujukan untuk mengidentifikasi para pelaku serangan senjata kimia di Suriah.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement