Ahad 09 Aug 2015 01:08 WIB

Cuaca 50 Derajat, Ribuan Warga Irak Protes Pemadaman

Cuaca Panas
Foto: VOA
Cuaca Panas

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Ribuan orang Irak, Jumat (7/8), turun ke jalan di Ibu Kota Irak, Baghdad dan kota besar lain di bagian selatan negeri itu untuk memprotes buruknya layanan masyarakat, kurangnya pasokan listrik dan korupsi yang merajalela.

Lelaki dan perempuan muda serta orang tua berkumpul di Bundaran At-Tahrir, Bundaran Pembebasan, di Baghdad Tengah; mereka mengibarkan bendera Irak dan spanduk antikorupsi, serta mendesak agar orang yang bertanggungjawab diseret ke pengadilan.

Pemrotes juga memprotes pemadaman listrik selama hari-hari musim panas. Rakyat Irak sekarang hanya bisa memperoleh pasokan listrik cuma beberapa jam setiap hari, sementara temperatur naik sampai 50 derajat Celsius.

Demonstran meneriakkan slogan "Kami sudah muak dengan pencurian, kami sudah muak dengan kebohongan", dan "Kepada siapa kami menyampaikan keluhan, mereka semua maling". Sementara itu pemrotes lain berteriak, "Jumat demi Jumat, kami akan menghapuskan korupsi."

"Kami ingin pemerintah meningkatkan layanan masyarakat. Cukup sudah, setelah 12 tahun kekuasaan partai terkemuka. Mereka gagal memimpin negara. Kami ingin layanan masyarakat yang lebih baik dan menghukum para pencuri dan koruptor," kata seorang pemrotes di Baghdad.

Demonstrasi lain terlihat di Kota Basra, Nasiriyah, Diwaniyah dan Amara di Irak Selatan serta di Kota Najaf, Karbala, Hilla dan Kut di bagian tengah-selatan negeri tersebut. Pemerintah Irak memperketat langkah pengamanan di kota besar tempat demonstrasi berlangsung.

Ribuan anggota keamanan mengepung Bundaran At-Tahrir di Baghdad dan menutup jalan menuju bundaran tersebut di tepi timur Sungai Tigris, sehingga ribuan orang dan pegiat dipaksa berjalan kaki beberapa kilometer untuk sampai ke bundaran tersebut.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement