Sabtu 29 Aug 2015 00:05 WIB

Aniaya Migran, 10 Orang Ditahan Kejaksaan Roma

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
 Ribuan migran berusaha menyeberang secara ilegal ke Inggris, di Prancis utara, Calais, Senin (3/8).  (AP/Emilio Morenatti)
Ribuan migran berusaha menyeberang secara ilegal ke Inggris, di Prancis utara, Calais, Senin (3/8). (AP/Emilio Morenatti)

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA--Jaksa di Sisilia menahan 10 orang yang dicurigai teribat kejahatan terhadap migran, Jumat (28/8). Mereka diduga menyelundupkan dan membunuh puluhan migran di dalam ruang pengap di perahu.

Sebanyak 52 mayat di perahu tersebut ditemukan pekan ini. Kapal Swedia Poseidon menyelamatkan 439 korban pada Rabu (26/8), tapi awak menemukan hal mengerikan ketika melihat ke palka. Penyelamat akhirnya menghancurkan dek untuk mengevakuasi 52 mayat di dalamnya.

Kepala Polisi Palermo, Carmine Mosca mengatakn bahwa korban yang selamat dari penyelundupan diancam. Mereka diancam dengan pisau jika mereka mencoba keluar menghirup udara bebas.

"Ketika migran mencoba untuk menyampaikan kebutuhan mereka untuk udara dan air, mereka dianiaya, terluka, ditikam dengan cara yang benar-benar kejam," ujar Mosca.

Para awak perahu yang ditahan merupakan tujuh orang Maroko, dua orang Suriah dan Libya. Mereka  menerapkan kekerasan untuk menegakan ketertiban di atas perahu.

Para migran sebagian besar berasal dari sub-Sahara Afrika: Sudan, Senegal,Nigeria. Ada pula Pakistan dan Bangladesh.

Pejabat meyakini kematian para migran kemungkinan karena sesak napas. Perahu sepanjang 20 meter dan setinggi satu meter itu berisi sekitar 60 orang. Perahu dilengkapi dua jendela kecil dan mesin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement