Kamis 03 Sep 2015 14:12 WIB

Australia Siap Ekspor Makanan Siap Saji ke Asia

Makanan siap saji yang tahan lama ini dikembangkan atas kemitraan antara industri dengan peneliti CSIRO yang memanfaatkan teknologi pengawetan makanan dengan tekanan udara tinggi dan suhu panas rendah.
Foto: abc
Makanan siap saji yang tahan lama ini dikembangkan atas kemitraan antara industri dengan peneliti CSIRO yang memanfaatkan teknologi pengawetan makanan dengan tekanan udara tinggi dan suhu panas rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Berkat pemanfaatan teknologi pengawetan makanan dengan tekanan udara tinggi (HPP), Australia kini siap menjadi pengekspor makanan siap saji ke pasar Asia.

 

Paket makanan siap saji ini bukan paket makanan biasa, tapi merupakan paket makanan yang bergizi tinggi hasil racikan juru masak dan dikemas dengan teknik pengawetan makanan canggih hasil penelitian ilmuwan di lembaga riset utama Australia, CSIRO.

 

Tak heran jika paket makanan ini diklaim sebagai terobosan mutakhir inovasi manufaktur pangan di Australia.

 

Ada beberapa teknik memproduksi sari buah dengan teknik Pasteurisasi Tekanan Tinggi (HPP) sehingga citarasa makanan tersebut tetap sama seperti buah aslinya.

 

Setelah beberapa dekade, industri manufaktur pangan Australia mengalami penurunan dan tertekannya nilai dolar Australia dan ekspor, sekarang muncul desakan untuk memperbaharui nilai tambah produk segar Australia.  

 

Salah satu upayanya adalah dengan cara memperpanjang masa  simpan dan kesegaran produk dan membuatnya tersedia dalam paket makanan siap saji bergizi untuk diekspor ke Asia.

 

Penciptaan paket makanan ini turut didanai oleh inisiatif pendanaan sektor pertanian dan manufaktur pangan senilai 63 juta dolar AS yang dikucurkan Pemerintah Federal Australia sejak tahun lalu.

 

Lembaga riset utama Australia CSIRO bekerja sama dengan perusahaan manufaktur pangan, Preshafoods mengembangkan cara baru untuk mengemas sari buah dan tetap memberikan keuntungan bagi petani.

 

"HPP merupakan teknologi yang marak digunakan dimana pengawetan makanan dilakukan dengan menggunakan tekanan udara sangat tinggi ketimbang panas untuk mematikan ragi dan bakteri” kata Direktur Preshafood Alastair Mclachlan.

 

"Kelebihan dari teknik HPP ini adalah dapat memperpanjang usia simpan makanan yang didinginkan tanpa mempengaruhi warna, rasa dan nilai gizi, dan itu semua tentang rasa," katanya.

 

Manfaat lain dari teknologi HPP ini adalah membuat makanan siap saji.

 

Direktur inovasi makanan, gizi dan bioproducts CSIRO Profesor Martin Cole mengatakan paket makan malam siap saji ini hampir siap dilempar ke pasaran.

 

"Makanan siap saji merupakan sebuah bisnis yang benar-benar sedang booming di seluruh dunia. Semua orang sekarang hanya memiliki sedikit waktu tapi mereka tetap menginginkan makanan yang berkualitas. Hadirnya bisnis penjualan makanan siap santap yang disimpan dirak pendingin ini membuka peluang pemanfaat teknologi semacam HPP ini," katanya, dalam konferensi Makanan Masa Depan di Universitas Sydney.

 

"Dengan menggunakan basis teknologi HPP yang sudah kita amati selama lebih dari satu dekade, yang kemudian diteliti di CSIRO dari berbagai belahan dunia,”

 

"Kami bahkan memasukan teknik diet paripurna hasil penelitian CSIRO juga dalam menciptakan makanan siap santap ini, jadi daripada orang bersusah payah membaca buku mengenai diet tersebut, kami berusaha menghadirkan makanan yang sesuai dengan arahan didalam buku tersebut yang siap santap kapan

saja,”

 

" HPP berkaitan dengan botulisme yang membatasi usia simpan makanan, sehingga makanan dapat bertahan hingga 30 sampai 60 hari."

 

Inovasi baru lainnya yang juga tengah dikembangkan CSIRO adalah memperkenalkan minyak ikan pada GM canola untuk meningkatkan kadar Omega 3 lipids, yang sangat penting bagi pertumbuhan otak.

 

"Pada saat ini, kita hanya memberi umpan atau makanan pada ikan, makanan ikan dan itu tidak sustainable. Jadi dengan teknologi yang tengah kami kembangkan, kami akan mengambil kandungan Omega 3 out dari ganggang laut dan memasukannya dalam minyak canola," kata Profesor Cole.

 

"Jadi kita sekarang memiliki bentuk Omega 3 yang dipanen dari tanaman di darat, salah satu yang paling dicirikan bio-aktifnya dan itu benar-benar baik untuk kesehatan jantung Anda, kesehatan kognitif.

 

"Ini memberi petani kita potensi return yang tinggi namun tetap menjadi teknik yang baik dalam hal penghematan populasi tuna liar."

 

sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/2015-09-03/australia-siap-ekspor-makanan-siap-saji-ke-asia/1488700
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement