Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Hari Ayah : Sosok Ayah Kini Lebih Beragam

Ahad 06 Sep 2015 18:59 WIB

Red: Maman Sudiaman

Pangeran George di pelukan ayahnya, Pangeran William.

Foto:

Jason Storace, Ayah Panggilan

REPUBLIKA.CO.ID, Keinginan ‘mengajukan diri dan membantu seseorang’ mendorong Jason Storace menjadi ayah yang siap dihubungi kapan saja bagi anak-anak orang lain.
 
Pria lajang berusia 44 tahun ini merupakan seorang pemilik usaha yang dijuluki ‘paman yang baik’ bagi keponakan-keponakannya dan menawarkan peran yang sama bagi anak-anak lain.
 
Sebagai seorang pengasuh yang memiliki akreditasi, selama dua tahun terakhir, Storace telah mengasuh berbagai anak mulai dari yang berusai 9 tahun hingga 16 tahun untuk periode waktu yang singkat.
 
“Peran ayah panggilan ini memberikan saya kesempatan untuk menunjukan pada anak-anak muda apa artinya menjadi seorang laki-laki. Saya melakukan hal yang sama dengan keponakan saya dan seorang anak dari teman saya mengatakan  “Saya selalu mencari figur pria yang bisa membimbing saya dan ini memberikan saya kesempatan untuk mewarisi apa yang telah saya pelajari dari figur pria (ayah) didalam hidup saya,”
 
 Hal paling menantang adalah melepaskan diri dari  hal negatif yang telah terjadi dalam hidup anak angkat atau anak-anak yang membutuhkannya. Kita harus menghadapi penyebab dari alasan mengapa mereka terjebak dalam situasi ini, apa yang terjadi?
Membaca berita buruk di surat kabar itu satu hal, tapi ada seorang anak di rumah dimana Anda tahu sesuatu yang buruk terjadi  itu hal lain yang juga sama buruknya,”
 
“Hal terbaiknya adalah jika saya dapat melihat anak-anak itu tersenyum dan tertawa, itu membuat saya bahagia, katanya.
 
“Karena itu berarti saya melakukan hal yang benar. Itu bukan hal yang sulit dilakukan , Anda hanya perlu menjadi seorang pendengar, ini terkait upaya memberikan energi positif  kepada anak-anak tersebut. Jika Anda dapat melakukannya maka Anda akan mendapatkan senyuman dari mereka dan juga ucapan terima kasih pada akhirnya nanti,”
 
“Saya terbiasa memaknai Hari Ayah sebagai hari-hari biasa dimana saya merefleksikan diri saya dengan ayah saya, karena itu saya biasa pergi makan siang dengan ayah dan mengucapkan terima kasih serta menunjukan penghargaan saya padanya.
 
Mengasuh anak tampaknya telah memperkuat rasa terima kasih dan penghargaan saya kepada sosok ayah dan hal itu menjadikan saya semakin peduli dengan apa yang dialami ayah saya ketika membesarkan saya dan saudara kandung saya lainnya.
 
Pada Hari Ayah saya akan memikirkan apa yang tengah ada didalam pikiran akan-anak yang telah saya asuh – karena saya mengetahui kemungkinan mereka tidak memiliki ayah disamping mereka. Saya akan merasa sangat senang jika menerima kartu di Hari Ayah secara tiba-tiba.

sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/2015-09-06/hari-ayah-sosok-ayah-kini-lebih-beragam/1489646
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA