Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Hari Ayah : Sosok Ayah Kini Lebih Beragam

Ahad 06 Sep 2015 18:59 WIB

Red: Maman Sudiaman

Pangeran George di pelukan ayahnya, Pangeran William.

Foto:

Jack Chen, Ayah Ex-pat

REPUBLIKA.CO.ID, Jack pindah dari China ke Melbourne 8 tahun lalu dengan isterinya Xiaoning.  Mereka memiliki dua orang anak yang keduanya lahir di Melbourne: Cynthia yang berusia 5 tahun dan Oliver yang berusia 1,5 tahun. Baik Jack dan Xiaoning bekerja fulltime.
 
“Jujur, saya tidak terlalu memahami apa artinya menjadi seorang ayah sampai saya menemukan hidup saya benar-benar berubah sesaat setelah Cynthia lahir," kata Jack.
 
“Tidak ada lagi waktu bersantai di taman selepas makan malam, tidak bisa lagi duduk nyaman di sofa memakan pop corn dan menonton film Sci-fi kesukaan saya.. Sebaliknya hidup saya dipenuhi dengan malam-malam yang tidak bisa tidur nyenyak, mengganti popok yang bau dan kotor dan membersikan meja makan yang berantakan,”
 
"Jika ditanya seperti apa menjadi ayah itu? Kata pertama yang terlintas di pikiran saya adalah kelelahan, sebagai ayah yang juga karyawan tetap  Anda harus bangun lebih pagi agar bisa menyiapkan sarapan dan bekal makan siang anak ke sekolah  dan kemudian berlari ke stasiun kereta.
 
"Setelah lelah seharian bekerja anda harus bergegas menjemput anak, memberikan mereka makanan sesegera mungkin, memandikan dan mengantarkan mereka tidur sambil membacakan cerita pengantar tidur dan anda menjadi orang yang pertama tertidur pulas.
 
Jack  juga mengatakan sebagai orang yang dibesarkan di China, dia menemukan cara membesarkan anak di Australia sangat berbeda.
 
" Di China, di dalam satu rumah itu ada 4 nenek dan 2 orang tua yang tinggal bersama. Jadi ada 6 orang dewasa yang mengawasi satu anak, dan anak-anak tidak perlu dibwa ke yempat penitipan andak hinga neeka berusia 3 tahun,; katanya.
 
“Setiap kali saya membawa Cynthia dan Oliver ke China pasti mereka selalu menjadi sorotan di restoran,  para pengunjung makan malan yang lain sangat heran melihat mereka bisa makan sendiri di usia yang sangat myda dan duduk di jkkursi i tinggitanpa menangis untuk ditenangkan.
 
Ketika orang tua saya datang  berkunjung dari China, mereka sulit menerima saya meletakan Oliver di kotak bermain dan membiarkannya bermain sendiri.
 
"Seperti ayah lain, saya sangat bangga menjadi ayah, seluruh kerja keras yang saya lakukan sepadan ketika Cynthia dan Oliver mulai berusuara baba (ayah dalam bahasa China),  ketika mereka bersandar lembut dan sangat percaya ketika saya membacakan cerita untuk mereka. Ketika mereka bergegas berebutan memeluk saya begitu saya tiba di rumah. Memeluk mereka saya merasa seperti memeluk dunia beserta isinya.
 
Sebagai hadiah Hari Ayah, saya sudah mendapat beberapa kado manis dari Cynthia. Yaitu sepasang kaus kaki tebal yang kuat ; karena kaus kaki ayah selalu bolong,” kata Cinthia.
 

For more stories like this, 'like' Australia Plus on Facebook: facebook.com/AustraliaPlus.

sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/2015-09-06/hari-ayah-sosok-ayah-kini-lebih-beragam/1489646
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA