REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Para pejabat keamanan Amerika Serikat (AS) berkumpul membahas langkah keamanan Kota New York menjelang peringatan tragedi 11 September (11/9) ke-14 tahun ini. Pembahasan ini digelar Komite Keamanan Dalam Negeri AS terkait serangan teror.
Mantan Wali Kota New York Rudy Giuliani ikut serta berbicara membahas topik ini.
"Untuk New York City, saya harus mengatakan kami telah menyiapkannya,’’ kata Giuliani seperti dikutip dari laman Pix11, Kamis (10/9).
Menurut anggota Kongres AS Peter Kin, New York terus menghalau ancaman menjelang peringatan tragedi Jumat (11/9) mendatang. Aparat polisi New York (NYPD) bahkan melakukan beberapa penangkapan. "ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) berencana melakukan serangan pada 4 Juli, terutama di New York," katanya pria yang juga anggota lama Komite Keamanan Dalam Negeri AS ini.
Dia menjelaskan cara teroris beroperasi telah berubah sejak tahun 2001. Kelompok militan seperti ISIS secara agresif merekrut anggota melalui media sosial. Sementara intelijen AS dan NYPD telah menghentikan beberapa serangan di wilayah AS. Namun, para pejabat mengatakan ancaman serangan itu tetap ada.
Menurut Lee Ielpi yang berasal dari Asosiasi Keluarga 11 September, kota dan negara telah gagal. "Kami tidak memiliki kurikulum untuk mengajar sejarah apa yang terjadi kepada kita dan pada 9/11," kata Ielpi.
Komisaris NYPD, Bill Bratton juga melobi Komite Keamanan Dalam Negeri untuk memperpanjang dana untuk Undang-undang (UU) Zadroga. Uang itu akan membantu korban pertama 11/9 yang sakit. "Rancangan UU itu harus lolos. Komite kongres ini berniat mendukungnya dan bergerak maju,’’ kata Bratton.