REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Sebanyak 104 orang dinyatakan tewas dan sekitar 150 orang lainnya luka-luka saat ledakan menghancurkan satu restoran yang dipenuhi pengunjung di dekat halte bus di Kabupaten Jhabua di Negara Bagian Madhya Pradesh, India Tengah, Sabtu (12/9).
Pejabat Kepala Medis Dr Arun Sharma mengatakan penyebab ledakan itu belum diketahui, tapi beberapa sumber mengatakan ledakan tersebut mungkin disebabkan oleh "gelatine sticks", sejenis peledak dengan daya ledak tinggi yang digunakan di pertambangan, yang ditaruh di antara tabung gas di satu rumah di dekat restoran itu.
Ledakan tersebut terjadi di Kota Kecil Petlawad sekitar 08.30 waktu setempat, ketika puluhan pekerja kantor dan murid sekolah sedang makan pagi di restoran itu, kata polisi. "Orang-orang terhumbalang ke udara seperti kerikil akibat ledakan tersebut," kata harian lokal, The Hindustan Times, sebagaimana dikutip Xinhua, Ahad (13/9).
Jumlah korban jiwa diperkirakan bertambah sebab kekuatan ledakan itu meruntuhkan tiga rumah dan restoran tersebut jadi puing, sehingga banyak orang terjebak di bawah reruntuhan. Telah bereda bermacam keterangan mengenai ledakan itu.
Polisi sebelumnya mengatakan ledakan tersebut disebabkan oleh tabung gas, lalu belakangan beredar spekulasi mengenai petasan yang disimpan oleh tuan tanah pemilik restoran itu. Petasan tersebut dikatakan terbakar sehingga mengakibatkan terjadinya ledakan.
Pemerintah berikrar akan melakukan penyelidikan mengenai peristiwa itu, sementara ketelodoroan diduga sebagai penyebab ledakan karena pihak yang bertanggung-jawab gagal memeriksa penyimpanan peledak secara gelap di daerah permukiman padat di kota tersebut.