REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Pemerintah Jepang mengajukan protes kepada pemerintah Rusia setelah pesawat asing yang diyakini milik Rusia melintas dan melanggar wilayah udara Jepang, Rabu (16/9).
Hal itu mendorong Jepang menerbangkan empat jet tempur. Kementerian Luar Negeri Jepang menyampaikan protes itu tak lama setelah pesawat diduga milik Rusia pada Selasa sore masuk wilayah udara Jepang di lepas pantai di utara pulau utama Hokkaido, dekat gugus pulau bersengketa.
"Kami menyampaikan protes melalui Kedutaan Besar Rusia di Tokyo. Rusia tidak memastikan hal itu, hanya mengatakan akan memeriksanya," kata pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang.
Angkatan Pertahanan Udara Jepang bergegas menerbangkan empat jet untuk menghadang penyusup itu. Jika dipastikan, masalah itu akan menjadi pertama kali pesawat Rusia memasuki wilayah udara Jepang sejak Agustus 2013. Ketika itu dua pesawat pembom strategis Tu-95 milik Rusia dicegat di lepas barat daya Okinoshima Island.
Selama 16 detik setelah memasuki wilayah udara Jepang, pesawat itu pergi menuju gugusan pulau Kuril yang diklaim oleh Pemerintah Jepang tetapi dikendalikan oleh Rusia.
Pasukan Soviet merebut kepulauan Kuril, yang dikenal sebagai wilayah Utara di Jepang, setelah Jepang menyerah dalam Perang Dunia II.
Sengketa tujuh dasawarsa itu menghambat perdagangan antarkedua negara dan mencegah Rusia dan Jepang menandatangani perjanjian perdamaian pascaperang formal.
Surat kabar "Sankei Shimbun" melaporkan, Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida sedang mempertimbangkan untuk mengunjungi Moskow pekan depan untuk membahas kemungkinan kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Tokyo akhir tahun ini.
Rencana kunjungan Kishida ke Moskow dijadwalkan ulang pada Agustus setelah Pemerintah Jepang mengecam perjalanan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev ke salah satu pulau yang disengketakan.