Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Piramida 2.000 Tahun Ditemukan di Kuburan Kuno Sudan

Senin 21 Sep 2015 21:30 WIB

Rep: c25/ Red: Bilal Ramadhan

Piramida Meroe di Sudan

Piramida Meroe di Sudan

Foto: Arabnews

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Para arkeolog telah menemukan sisa-sisa piramida berusia 2.000 tahun lengkap dengan makam di bawah pemakaman dekat kota kuno Gematon di Sudan.

Dilansir dari gulfnews.com, sebanyak 16 piramida berusia sekitar 2.000 tahun telah ditemukan di Sudan, yang mana, perhitungan waktu menunjuk piramidai tersebut dibangun di era kerajaan yang disebuh Kush, yang sedang berkembang di Sudan kala itu.

Bangunan piramida itu sendiri sangat populer di kalangan Kushites. Mereka terus membangun piramida sampai kerajaan mereka runtuh pada abad keempat Masehi. Derek Welsby, seorang kurator di British Museum di London beserta tim, telah melakukan penggalian di Gematon sejak tahun 1998.

Sejauh ini, mereka telah menemukan enam piramida yang terbuat dari batu dan 10 piramida yang berbahan lumpur bata. Piramida terbesar yang ditemukan di Gematon memiliki panjang 10,6 meter di setiap sisi dan akan menjulang sekitar 13 meter dari tanah.

Sebuah meja yang terbuat dari timah dan tembaga juga ditemukan di salah satu makam di bawah sebuah piramida. Ukiran yang terdapat pada meja menunjukkan seorang pangeran atau imam, yang menawarkan dupa dan persembahan untuk dewa Osins, penguasa dunia bawah tanah.

Di belakang Osiris terdapat Dewi Isis, yang juga ditampilkan sedang menuangkan persembahan untuk Osiris. Meskipun Osiris dan Isis berasal dari Mesir, mereka juga dihormati di Kush serta bagian lain dari dunia kuno. Welsby menjelaskan meja yang ada merupakan objek penentu kerajaan.

"Orang dimakamkan dengan meja ini pasti seseorang yang sangat senior dalam keluarga kerajaan," kata Welsby.

Tidak semua makam di pemakaman memiliki piramida. Beberapa terkubur di bawah struktur persegi panjang sederhana yang disebut mastaba, sedangkan yang lain berada di atas dengan tumpukan batu yang disebut tumuli.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA