REPUBLIKA.CO.ID, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Barack Obama menggelar pertemuan formal untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir.
Dalam kesempatan itu Putin mengatakan, Rusia dan AS dapat mencari jalan bersama untuk menyelesaikan krisis di Suriah, kendati masih ada perbedaan cukup dalam mengenai siapa yang akan memimpin Damaskus ke depan.
"Kami memiliki sejumlah kesamaan dan perbedaan," ujar Putin, Senin (28/9) malam. "Saya rasa masih ada jalan bagi kita untuk bekerja sama menyelesaikan masalah ini."
Putin menggambarkan pertemuan dengan Obama sangat konstruktif, lugas dan sangat terbuka. Seperti dikutip the Guardian pertemuan antara Putin dan Obama berlangsung selama 94 menit. Pembicaraan berlangsung alot hingga setengah jam lebih lama dari jadwal seharusnya.
Sebelumnya kedua pemimpin saling melontarkan perang kata-kata dalam pidato di Majelis Umum PBB. Putin menganggap koalisi AS telah gagal menghentikan ekstremis.
Putin merupakan sekutu dekat Presiden Suriah Bashar al-Assad. Ia telah memperkuat kehadiran pasukan Rusia di Suriah untuk membantu Assad melawan kelompok ISIS.
Putin menolak permintaan Obama yang menginginkan Assad mundur. "Saya menghargai kolega saya, Presiden AS dan Presiden Prancis, tapi saya rasa mereka bukan warga Suriah yang bisa menentukan siapa pemimpin Suriah ke depan."