REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Sebanyak 70 persen keluarga pengungsi Suriah di Lebanon hidup di bawah garis kemiskinan sebab mereka memperoleh kurang dari 3,48 dolar AS per orang, kata Badan Pekerjaan dan Bantuan PBB (UNRWA) pada Kamis (1/10).
Di dalam laporan yang menyoroti keperluan keuangan pengungsi Suriah, UNRWA mengatakan badan PBB tersebut telah menerima 763 juta dolar sampai akhir September 2014.
Itu merupakan 40 persen dari jumlah keperluan sebesar 1,87 miliar dolar yang diperlukan Pemerintah Lebanon untuk menangani krisis pengungsi.
Laporan tersebut menyatakan, "Pengungsi Suriah di Lebanon saat ini berjumlah 1.119.941." Ditambahkannya, UNRWA telah membatalkan pendaftaran lebih dari 58.000 pengungsi dan menghapus nama mereka dari kertas data lembaga PBB itu, setelah proses penilaian untuk mengabsahkan apakah mereka masih hidup tinggal di wilayah Lebanon.
Mengenai persiapan bagi musim dingin mendatang, laporan tersebut mengatakan, "UNRWA akan mulai membagikan bantuan keperluan dasar seperti selimut, dan pakaian musim dingin, untuk memungkinkan pengungsi menghadapi cuaca dingin dan topan."
Lebanon meminta masyarakat internasional membantunya secara finansial agar negara itu bisa menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan bagi pengungsi Suriah, sebab Pemerintah Lebanon tak bisa mengatasi masalah tersebut sendirian.