Senin 05 Oct 2015 20:16 WIB

Irak Buka Zona Hijau untuk Umum Setelah 12 Tahun

Rep: Gita Amanda/ Red: Ani Nursalikah
Zona Hijau di Irak dibuka untuk umum setelah 12 tahun.
Foto: AP
Zona Hijau di Irak dibuka untuk umum setelah 12 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi pada Ahad (4/10), mengumumkan Zona Hijau di Baghdad terbuka untuk umum. Meski masih banyak pembatasan di zona tersebut, namun ini merupakan kali pertama area tersebut terbuka untuk umum setelah 12 tahun.

Dilansir The Guardian, Senin (5/10), area seluas 10 kilometer persegi di jantung kota Baghdad tersebut merupakan rumah bagi lembaga-lembaga politik tertinggi negara dan kedutaan-kedutaan. Sebelumnya wilayah tersebut tertutup untuk umum dan dijaga ketat petugas.

"Perdana menteri membuka Zona Hijau untuk pengunjung umum dan orang-orang dengan kendaraan mereka datang berbondong-bondong. Pembukaan Zona Hijau adalah salah satu langkah yang kami janjikan pada rakyat dan kami membukanya sekarang," kata Abadi seperti dikutip dalam pernyataan itu.

Zona Hijau dikenal dengan Zona Internasional Baghdad di era kepemimpinan Saddam Hussein. Zona tersebut berubah nama menjadi Zona Hijau setelah invasi Amerika Serikat pada 2003.

Daerah tersebut terletak di sebuah tikungan di dekat Sungai Tigris. Di Zona Hijau terdapat kantor presiden, perdana menteri, parlemen, pengadilan tinggi negara dan kedutaan besar AS. Meski telah dibuka untuk umum masih ada beberapa area yang membutuhkan lencana khusus untuk memasukinya.

Dalam pernyataannya, Abadi mengatakan pembukaan Zona Hijau sebaagi bagian dari reformasi untuk mengatasi meningkatkan ketidakpuasan rakyat pada kasus koruspi dan buruknya layanan pemerintah. Zona Hijau menjadi target selama bertahun-tahun, terutama pada puncak konflik sipil.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement