REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Menteri luar negeri dari negara anggota Uni Eropa (UE) pada Senin (12/10) menekankan mendesaknya untuk menemukan penyelesaian yang langgeng yang akan mengakhiri konflik di Suriah.
Menteri luar negeri tersebut mengeluarkan seruan mereka dalam satu pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri UE di Luksemburg, tempat mereka mensahkan Kesimpulan Dewan mengenai Suriah.
"Takkan ada perdamaian yang langgeng di Suriah di bawah kepemimpinan saat ini dan sampai kesedihan sah dan aspirasi semua unsur masyarakat Suriah ditangani," demikian isi dokumen kesimpulan pertemuan mengenai Suriah itu.
Menurut kesimpulan tersebut, para menteri luar negeri itu menetapkan hanya proses politik pimpinan orang Suriah akan menghasilkan peralihan damai yang melibatkan semua pihak, dengan dasar prinsip-prinsip Komunike Jenewa 30 Juni 2012, dan mengembalikan kestabilan ke Suriah.
"UE akan mempertahankan dukungannya kepada oposisi moderat, temasuK SOC, dan menyerukan bahwa unsur penting lah untuk memerangi fanatisme dan ada peran penting yang bisa dimainkan UE dalam peralihan politik," kata kesimpulan tersebut.