Ahad 01 Nov 2015 21:16 WIB

Turki Gelar Pemilihan Umum Kedua

Rep: Gita Amanda/ Red: Winda Destiana Putri
Bendera Turki
Foto: worldatlas.com
Bendera Turki

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Turki menggelar pemilihan umum (pemilu) sela untuk kedua kalinya dalam lima bulan terakhir.

Pemilihan dilakukan dalam upaya mengembalikan stabilitas di tengah konflik yang melanda negara tetangga Suriah dan ketegangan terbaru dengan Kurdi.

Seperti dilansir Aljazirah, lebih dari 54 juta orang terdaftar untuk melakukan pemilu di 175 ribu tempat. Pemilu pada Ahad (1/11) digelar dalam dua tempat dan lokasi berbeda. Untuk provinsi di wilayah timur digelar mulai pukul 07-00 hingga 16.00, sementara di provinsi barat pada pukul 08.00 hingga 17.00 waktu setempat.

Sebelumnya pada 7 Juni lalu, Partai Keadilan Pembangunan (AKP) kehilangan suara mayoritas mereka. Namun, empat partai politik di luar AKP juga gagal membentuk parlemen dan menghasilkan pemerintahan koalisi. Untuk itu digelarlah pemilu sela.

Dalam jejak pendapat Juni, AKP hanya meraih 258 dari 550 kursi. Sementara hasil mengejutkan justru datang dari partai pro-Kurdi People's Democratic Party (HDP), yang meraih 80 kursi.

Hasil pemilu resmi akan diumumkan pada Ahad Malam dan dewan pemilu negara akan membuat laporan resminya dalam beberapa waktu mendatang.

Kelompok oposisi kiri Republican People's Party (CHP) dan kelompok sayap kanan Nationalist Action Party (MHP), meraih masing-masing 131 serta 80 kursi di pemilu lalu. Untuk meraih suara mayoritas dan membentuk pemerintahan sendiri perlu 276 suara.

Salah seornag pemilih Baris Yilmaz mengatakan, tak ada atmosfer pemilu di Turki. Saat ini banyak orang yang kehilangan harapan dibandingkan pemilihan 7 Juli lalu.

"Saya tak mengantisipasi dan menginginkan pemerintahan satu partai setelah pemilu. Saya berharap partai berkuasa masuk ke dalam koalisi dengan salah satu partai oposisi," katanya kepada Aljazirah.

Pemilu sela di Turki dilangsungkan di tengah memburuknya hubungan dengan militan Kurdi. Ada sedikit tanda seperti bendera, poster dan bus kampanye yang memadati jalan-jalan.

"Pemilu ini akan menjadi kelangsungan stabilitas dan kepercayaan," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Banyak jajak pendapat menunjukkan partai berakar Islam mengalami kenaikan tipis dalam pemilihan. Diduga hasilnya tak akan berubah secara dramatis dari Juni lalu.

Namun salah satu survei yang dirilis Kamis (29/10), menunjukkan telah ada lonjakan dukungan pada AKP. Diperkirakan dukungan AKP sebanyak 47,2 persen suara. Jika benar, maka itu cukup untuk mengamankan lebih dari setengah total kursi parlemen.

Apapun hasilnya, polarisasi mendalam di Turki nampaknya akan terus berlangsung. Direktur lembaga tinktank Turkey Project Bulent Aliriza pada Jumat (30/10) mengatakan ketidakpastian politik, berkembangnya perpecahan sosial dan ketidakamanan di pemilu Turki yang kedua nampaknya akan terus berlanjut.

Jika AKP gagal lagi meraih suara mayoritas untuk partai tunggal di pemerintahan, maka mungkin Turki terpaksa kembali ke meha perundingan.

Sementara itu, jet Turki melancarkan serangan bom ke kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Suriah pada hari Sabtu menjelang pemilu. Menurut Anadolu Agency lebih dari 50 militan ISIS tewas akibat serangan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement