Kamis 05 Nov 2015 10:11 WIB

Kunjungi Laos, Obama Catat Sejarah Baru

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Indah Wulandari
President Barack Obama and First Lady Michelle Obama with the President of Laos H.E. Choumaly Xayasone and his wife, Keosaichai Xayasone,
Foto: usembassy.gov
President Barack Obama and First Lady Michelle Obama with the President of Laos H.E. Choumaly Xayasone and his wife, Keosaichai Xayasone,

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Barack Obama berencana mengunjungi Laos tahun depan untuk menghadiri pertemuan puncak ekonomi regional. Kunjungan ini menjadikan Obama sebagai Presiden AS pertama yang mengunjungi negara itu.

Seperti diberitakan laman Channel NewsAsia, Kamis (5/11), Obama akan membuat sejarah ketika ia menghadiri konferensi ASEAN di negara miskin tapi ekonomi tumbuh itu, yang secara besar-besaran dibom oleh AS selama Perang Vietnam.

Ajudan Keamanan Nasional Ben Rhodes mengatakan, kunjungannya sendiri baru-baru ini ke Laos telah membantu meletakkan dasar Vientiane sebagai tempat KTT ASEAN 2016.

Presiden AS akan melakukan perjalanan ke Malaysia akhir bulan ini untuk berpartisipasi dalam KTT ASEAN tahun ini. Kehadirannya ini menggarisbawahi keseriusan poros AS ke Asia dan Pasifik.

Menyinggung tentang masa lalu yang pahit antara Laos dan AS, Rhodes mengatakan Washington bisa berbuat lebih banyak untuk membersihkan bom yang tidak meledak dan mengancam negara itu sejak Perang Vietnam.

Pesawat-pesawat tempur AS menurunkan lebih dari dua juta ton artileri pada Laos (1964-1973) di beberapa 580 ribu misi pengeboman. Tujuannya adalah memotong jalur pasokan Vietnam Utara melalui negara tetangga. Diperkirakan, 30 persen dari artileri gagal meledak.

Laos dan AS telah meningkatkan hubungan selama kepresidenan Obama. Hubungan AS dengan Vietnam juga telah diperkuat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement